Jum'at, 14 08 2020
Follow:
 
ICW Desak KPK Bongkar Aktor Intelektual di Balik Kasus Suap Anggota DPR dari PDIP

elpi | Hukrim
Senin, 13/01/2020 | 10:13:54 WIB
JAKARTA - ICW mendesak KPK membongkar aktor-aktor di belakang kasus suap yang menjerat komisioner KPU Wahyu Setiawan dan kader PDIP Harun Masiku. KPK diminta harus menuntaskan hingga ke aktor intelektual kasus suap tersebut.

"KPK juga harus membongkar dan menuntaskan skandal suap ini sampai pada aktor-aktor intelektualnya," kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Senin (13/1/2020).

Selain itu, Kurnia meminta PDIP membantu KPK memberikan keterangan untuk membongkar kasus suap itu. Hal itu dinilai dia lebih baik daripada menuding KPK bermain politik, seperti yang disampaikan politikus PDIP Masinton Pasaribu.

"PDIP juga lebih baik fokus pada memberikan bantuan keterangan yang relevan ke KPK untuk membongkar skandal suap ini, tanpa adanya upaya menutup-nutupi sesuatu. Hal itu lebih baik, dibanding menuding KPK bermain politik sebagaimana diungkapkan oleh Masinton Pasaribu," ujar Kurnia.

KPK sebelumnya menetapkan komisioner KPU Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fridelina, orang kepercayaan Wahyu, sebagai tersangka penerima suap. Sementara itu, kader PDIP Harun Masiku serta Saeful ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Namun Harun tidak terjaring KPK dalam OTT sehingga KPK meminta Harun kooperatif menyerahkan diri.

KPK menyebut Wahyu diduga menerima total duit suap Rp 600 juta untuk memuluskan permintaan Harun menjadi anggota DPR pengganti antarwaktu (PAW). Ada dua kali pemberian duit kepada Wahyu.

PAW ini dalam konteks mencari pengganti anggota DPR dari PDIP Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019. Saat itu, KPU melalui rapat pleno sudah menetapkan caleg PDIP yang memperoleh suara di bawah Nazarudin, yakni Riezky Aprilia, sebagai pengganti Nazarudin di DPR.

Namun ada keputusan Mahkamah Agung (MA) pada 19 Juli 2019 yang menyatakan partai adalah penentu suara dan PAW. Penetapan MA itu kemudian menjadi dasar PDIP bersurat ke KPU untuk menetapkan Harun Masiku sebagai pengganti Nazarudin di DPR.(lipo*3/dtc)



Berita Lainnya :
 
  • Diawal Sidang Ngelak Terus, Akhirnya Ngaku Juga Ngasih Uang 'Pelicin' ke Amril Mukminin
  • DH Akhirnya Ditangkap Polres Siak, Akui Tanaman Ganja Miliknya
  • Babinsa Koramil 03/Siak Dampingi Kegiatan Pengambilan Sample Swab Massal
  • Mantan Bupati Kuansing Dipanggil Kejari Kuansing Terkait Proyek Mobiler Hotel
  • Harapkan PKB Tetap Istiqomah ke KBS, Kader PKB Bengkalis Sebut Kasmarni Lebih PKB dari Iyet
  • 63 orang Kepsek Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Pemerasan oleh Oknum Jaksa di Inhu
  • Dinilai tidak Konsisten, Mantan Perangkat Desa Protes Kades Pondok Gelugur LBJ
  • Protokol Kesehatan Covid-19 Diperketat, Sanksi Bagi Pelanggar Menanti
  • Masyarakat Diminta Utamakan Protokol Kesehatan Saat Pendistribusian Zakat
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index