Sabtu, 04 Juli 2020
Follow:
 
Direktur PT Mitra Bungo Abadi di Tuntut KPK 10 Tahun Penjara Terkait Korupsi Jalan Poros Bengkalis

Elfi | Hukrim
Selasa, 30/06/2020 | 11:17:13 WIB
PEKANBARU, LIPO - Direktur PT Mitra Bungo Abadi, Makmur alias Aan dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan pidana penjara selama 10 tahun. Ia dinyatakan terbukti melakukan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015.

"Menyatakan terdakwa Makmur alias Aan terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun," ujar JPU, Trimulyono Hendradi.

Pada persidangan yang digelar secara online di Pengadilan Tipikor Pekanbaru pada Senin (29/6/2020) itu, JPU menyatakan Makmur melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain hukuman kurungan, Ia (Makmur) juga dituntut membayar denda sebesar Rp800 juta atau pidana kurungan selama 6 bulan. Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara Rp60,5 miliar.

"Dengan ketentuan jika dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap, dan terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Jika tidak mempunyai harta benda yang cukup, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun," kata JPU.

Uang Rp60,5 miliar itu dinikmati Makmur untuk kepentingan pribadi. Dengan uang itu, JPU meyakini Makmur membeli sebuah apartemen di Singapura.

Korupsi dilakukan Makmur bersama mantan Kadis PUPR Bengkalis, M Nasir, dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction (MRC), Hobby Siregar. M Nasir dan Bobby sudah diadili dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan Mahkamah Agung.

Makmur mengakali lelang proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih agar PT MRC milik Hobby Siregar yang dipinjam Makmur agar menang proyek. Nilai pekerjaannya sebesar Rp 495.319.678.000.

Total uang proyek yang diterima PT MRC ialah sebesar Rp352.360.510.000 tapi yang digunakan untuk pembiayaan pelaksanaan pekerjaan proyek hanya sebesar Rp204.605.912.302. Sebagian di antaranya pun diduga dipakai untuk kebutuhan pribadinya.

Dalam proyek yang merugikan negara Rp105.881.991.970 itu, Makmur sudah memperkaya M Nasir sebesar Rp2 miliar, Bobby Siregar Rp40.876.991.970 dan Herliyan Saleh Rp1,3 miliar. Uang itu juga dinikmati sejumlah pihak lain dengan jumlah bervariasi. (*1/CKP) 



Berita Lainnya :
 
  • Ini Nostalgia Saya Dulu, Pangdam I/BB yang Putra Seorang Prajurit Brimob Berkunjung ke Polda Riau
  • Alhamdulillah, Lagi 6 Pasien Positif Covid-19 di Inhil Sembuh
  • Permudah Layanan, Masyarakat Inhil Bisa Urus Sejumlah Adminduk Secara Online dan Cetak Sendiri
  • Nama Induknya Ngatini, Syamsuar Beri Nama Anak Gajah Damar
  • Tim Gugus Tugas Covid-19 Kateman dapat Bantuan 20 Baju APD Hazmat dari Yayasan Vioni Bersaudara
  • Diketahui Pernah Gabung Gowes dengan Pasien SA, ini Hasil Rapid Test Sekda Kuansing
  • Putus Mata Rantai Covid-19, PAC PP Inuman Bagi-bagi Masker di Pasar
  • Jika Diamanahkan Masyarakat, Andi Putra- Suhardiman akan Berdayakan BUMDes
  • Pendamping PKH Dinas Sosial Adakan Sosialisasi Bagi Penerima PKH Warga Desa Koto Sentajo
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index