Jum'at, 29 Mei 2020
Follow:
 
Imbas Wabah COVID-19, Penjualan di Pasar Bawah Pekanbaru Turun Drastis

elpi | Ekonomi
Senin, 20/04/2020 | 08:34:36 WIB
PEKANBARU, LIPO - Penjualan di Pasar Bawah yang selama ini dikenal sebagai pasar wisata di Kota Pekanbaru, Riau, mengalami penurunan drastis terkena imbas wabah COVID-19.

Salah seorang pedagang Pasar Bawah, Robi, Minggu, mengatakan meski kini adalah masa menjelang bulan puasa Ramadan, jumlah pembeli tidak banyak seperti biasanya.

"Jumlah pembeli turun drastis sampai 50 persen, karena tidak ada lagi wisatawan datang. Biasanya sebelum bulan puasa ramai, ada yang datang dari Jakarta dan kita kirim ke berbagai daerah. Tapi sekarang sangat sepi," katanya yang dikutip dari antara.

Berdasarkan pantauan, parkir mobil tampak lengang dan tidak ada lagi wisatawan datang yang biasanya ramai menggunakan bus.

Penjualan ikan asin di lantai dasar Pasar Bawah merupakan komoditas andalan yang kerap dicari warga dan wisatawan yang berkunjung ke sana.

Namun, setelah Pekanbaru ditetapkan sebagai zona merah COVID-19 dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jumlah pengunjung yang biasanya datang pada akhir pekan tidak ada lagi.

Kota Pekanbaru telah menerapkan PSBB sejak 17 April selama 14 hari ke depan.

Meski pasar tradisional tetap diperbolehkan buka terutama pedagang yang menjual barang kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan pokok, namun pembelian tetap menurun karena permintaan dari penyedia jasa kuliner nyaris tidak ada.

“Yang beli hanya warga sekitar saja,” kata Robi yang menjual ikan asin ini.

Para pedagang di Pasar Bawah yang mengandalkan penjualan secara tradisional, mayoritas tidak menerapkan penjualan lewat jaringan atau online.

Kondisi ini membuat bisnis mereka langsung terdampak saat warga lebih memilih di rumah untuk menjaga jarak.

Sepinya penjualan juga dirasakan oleh pedagang ayam potong, Ujang, yang mengatakan jelang bulan Ramadan ini harga ayam justru turun sekitar hingga 20 persen.

Sebelumnya, harga ayam sebesar Rp20.000 per kilogram, kini berkisar Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram.

"Biasanya saya mengirim sampai 500 ekor ayam tiga kali dalam seminggu ke Selatpanjang, sekarang tidak ada lagi. Karena banyak kedai makanan dan restoran tutup, tidak ada yang pesan," katanya.(lipo*3)




Berita Lainnya :
 
  • Sukseskan New Normal, Polda Riau Libatkan 1.131 Personel
  • RSUD Arifin Achmad Buka Pelayanan Swab Untuk Masyarakat
  • Jokowi Sebut Pembukaan Sektor Pariwisata tak Usah Tergesa-gesa
  • Sepekan Tak Ada Penambahan Kasus Positif Covid- 19 di Pekanbaru
  • 3 Kabupaten di Riau Ini Tak Perlu Jalani New Normal, Ini Alasannya
  • Kebijakan New Normal Dilaksanakan, Pemkab Siak akan Buka Kembali Istana Siak
  • Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Siak Dukung Penuh kebijakan New Normal
  • Data Grafis Pasien Covid-19 Inhil Terus Turun
  • Wabup SU Ucapkan Terima Kasih Atas Bantuan DPC PKB Inhil Dalam Penanggulangan Covid-19
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index