Sabtu, 30 Mei 2020
Follow:
 
Terkait Ketegangan di Teluk Persia, Mahathir Mohamad Salahkan AS

alfi | Internasional
Minggu, 23/06/2019 | 09:38:59 WIB
KUALA LUMPUR, LIPO - Ketegangan yang terjadi di kawasan Teluk Persia saat ini berakar pada kesalahan Amerika Serikat. Begitu kata Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Dalam sebuah wawancara akhir pekan ini, seperti dimuat Press TV, Sabtu (22/6/2019), Mahathir mengecam Amerika Serikat atas provokasi lanjutannya terhadap Iran, yang menurutnya mungkin memicu konflik nyata di Timur Tengah.

Mahathir mengatakan, keputusan Washington lebih dari setahun yang lalu untuk menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Teheran dan tindakannya baru-baru ini di Teluk Persia telah meningkatkan peluang untuk perang skala besar di wilayah tersebut.

"Saya pikir sejauh yang saya bisa lihat, Amerika, yang membuat semua provokasi," kata Mahathir kepada CNBC.

"Pertama, mereka menarik diri dari perjanjian (nuklir), dan sekarang mereka mengirim kapal perang ke (Teluk Persia), dan melakukan hal-hal yang akan memancing Iran," kata Mahathir.(lipo*3/rmol)



Berita Lainnya :
 
  • Pasien Sembuh dari Covid-19 di Riau Bertambah Jadi 84 Orang
  • Dewan Pers Ingatkan Perlindungan Jurnalis Selama New Normal
  • PSBB Berakhir, Riau Tetap Perpanjang Tanggap Darurat COVID-19
  • Pemkam Benhul Mempura Siak Salurkan BLT Dama Kampung ke 65 Warga Terdampak Covid-19
  • Pemkab Siak Salurkan Sembako, BLT Dana Desa di 14 Kecamatan
  • Bupati Alfedri Imbau Warga Kurang Mampu Mengadu ke Relawan Kampung
  • PWI Kecam lntimidasi dan Ancaman Pembunuhan terhadap Wartawan Detik.com
  • Tidak Hanya Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Riau, Juga Terjadi Penambahan yang Sembuh
  • Dua Keluarga Positif Covid-19 Berasal dari Kepulauan Meranti
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index