Kamis, 06 08 2020
Follow:
 
Mantan PM Najib Razak Dihukum 12 Tahun Penjara dan Denda Rp718 Miliar

elpi | Internasional
Rabu, 29/07/2020 | 06:22:55 WIB
KUALA LUMPUR, LIPO - Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur menjatuhkan hukuman penjara 12 tahun dan denda RM210 juta (sekitar Rp718 miliar) terhadap bekas Perdana Menteri Malaysia Najib Razak atas sejumlah dakwaan.

Putusan tersebut disampaikan oleh Hakim Mahkamah Tinggi Mohd Nazlan Mohd Ghazali di Kuala Lumpur, Selasa (28/7/2020). 

Najib Razak dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan pelanggaran kepercayaan kriminal (CBT), pencucian uang, dan penyalahgunaan kekuasaan melibatkan RM42 juta atau Rp143 miliar dana SRC International Sdn Bhd.

Anggota Parlemen Daerah Pemilihan Pekan itu dijatuhi hukuman penjara 10 tahun bagi setiap tiga tuduhan kasus CBT dan setiap kasus pencucian uang, juga 12 tahun penjara serta denda RM210 juta dalam kasus penyalahgunaan kekuasaan.

Namun demikian, Najib hanya perlu menjalani hukuman penjara selama 12 tahun setelah Hakim Mahkamah Tinggi Mohd Nazlan Mohd Ghazali memerintahkan hukuman penjara itu dilaksanakan secara serentak.

Pada saat melakukan mitigasi (banding untuk meringankan hukuman), Najib mengatakan dirinya tidak tahu tentang uang RM42 juta.

"Saya tidak merencanakannya. Tidak ada bukti atau saksi yang mengatakan demikian. Saya tidak tahu-menahu tentang RM42 juta. Hanya itu yang harus saya katakan," katanya.(lipo*3/ant)




Berita Lainnya :
 
  • Samsung Luncurkan Dua Versi Terbaru Galaxy Note 20, Ayo Cek Harganya
  • Upaya Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Dana 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Terima Bansos
  • Pemkab-KASN Selenggarakan Kampanye Virtual Gerakan Nasional Netralitas ASN
  • Bupati Inhil Jadi Pemateri Webinar "Sawit Watch"
  • Dikabarkan Pindah Tugas, Kajari Inhil Dapat Kunjungan dari Sahabat
  • Ke-4 Kalinya Beruntun, Kota Pekanbaru Kembali Raih Opini WTP
  • Hadapi Pilkada Serentak 2020, DPD Repdem Riau Konsolidasikan Kader di 9 Kabupaten
  • Dari Rp191 Miliar Bantuan Covid-19 yang Dianggarkan, Baru Rp162 Miliar Tersalurkan di Riau
  • Kembali Terjadi 29 Kasus Positif di Riau, Tertinggi Masih Dipegang Jawa Timur
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index