PEKANBARU, LIPO - Menyambut datangnya Ramadhan 1447 Hijriah, PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan.
Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk menata kembali niat, menyucikan hati, serta memperkuat keimanan dan kepedulian sosial dalam menyambut bulan suci, setiap langkah kebaikan bernilai ibadah dan setiap kebersamaan menghadirkan makna.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Ballroom Menara Dang Merdu BRK Syariah, Jumat (13/2/2026). Suasana religius terasa sejak awal acara melalui penampilan nasyid yang mengiringi rangkaian pembukaan.
Selanjutnya, ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Ustadz Riski Alwi, qori terbaik tingkat dewasa pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Riau ke-43 tahun 2025.
Sejumlah pimpinan hadir dalam kegiatan itu, antara lain Pelaksana Tugas Direktur Utama BRK Syariah Helwin Yunus, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Fajar Restu Febriansyah, Pemimpin Divisi, Pemimpin Bagian, General Manager, Branch Manager, Direktur PT Yastera dan Ketua Koperasi.
Dalam sambutannya, Helwin menekankan bahwa Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan momentum pembinaan karakter dan penguatan integritas bagi seluruh insan perusahaan.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk menjaga integritas dan amanah, menahan diri, serta melatih kedisiplinan. Kita tidak hanya dituntut meningkatkan ibadah secara personal, tetapi juga memperkuat tanggung jawab profesional dalam bekerja. Jadikan Ramadhan sebagai bulan untuk memperbanyak kebaikan, mempererat silaturahmi, dan saling memaafkan,” ujar Helwin.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang dilatih selama Ramadhan diharapkan tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat serta dalam budaya kerja sehari-hari.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, BRK Syariah juga menyerahkan santunan kepada anak-anak dari rumah Tahfizh. Santunan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial perusahaan sekaligus pengingat bahwa keberadaan institusi perbankan syariah tidak terlepas dari tanggung jawab sosial kepada lingkungan sekitar.
Tausiah disampaikan oleh Ustaz Delfizar Halil. Dalam ceramahnya, ia mengungkapkan bahwa masyarakat memiliki berbagai cara dalam menyambut Ramadhan, mulai dari tarhib, tabligh akbar, hingga tradisi seperti balimau, sepanjang tidak bertentangan dengan syariat.
Ia mengajak hadirin menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan melatih pengendalian diri melalui ibadah puasa. Selain itu, Ramadan juga dinilai relevan untuk meningkatkan etos kerja.
“Perang Badar terjadi saat para sahabat Rasulullah SAW dalam keadaan berpuasa. Itu menunjukkan bahwa puasa bukan alasan untuk menurunkan semangat dan produktivitas. Justru Ramadhan harus menjadi energi spiritual untuk meningkatkan kinerja dan kualitas diri,” katanya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat ukhuwah, sekaligus menyambut bulan suci dengan hati yang lebih bersih dan penuh kesiapan.*****