Setelah Keluhan Muncul, Lapas Pekanbaru Benahi Pengelolaan Septic Tank

Senin, 30 Maret 2026 | 12:38:14 WIB
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru bergerak cepat setelah menerima aduan masyarakat/lipo

PEKANBARU, LIPO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru bergerak cepat setelah menerima aduan masyarakat mengenai dugaan bau tidak sedap yang berasal dari area pengelolaan limbah septic tank di sekitar lingkungan Lapas, Senin (30/03/2026).

Menanggapi informasi yang beredar, jajaran Lapas langsung melakukan koordinasi internal untuk mengambil langkah penanganan awal secara sigap dan terukur.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, turun langsung memimpin pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem sanitasi dan instalasi pengolahan limbah.

"Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak adanya gangguan teknis yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan untuk mengidentifikasi sumber utama keluhan warga," kata Yuniarto.

Sebagai upaya cepat, Lapas Pekanbaru juga memanggil jasa sedot septic tank guna mengurangi potensi penumpukan limbah yang diduga menjadi penyebab munculnya aroma tidak sedap. Langkah ini ditempuh sembari menunggu hasil pengecekan teknis secara komprehensif.

Tidak hanya itu, Lapas Kelas IIA Pekanbaru bersama Kantor Wilayah Kemenkumham Riau akan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup serta instansi teknis terkait untuk melakukan evaluasi lanjutan.

"Kolaborasi ini bertujuan memastikan pengelolaan limbah di dalam Lapas berjalan sesuai standar dan tidak memberikan dampak negatif bagi masyarakat sekitar," ungkapnya.

Pihak Lapas turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Lapas juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah memberikan laporan dan masukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas lingkungan.

Untuk memastikan transparansi, Lapas Kelas IIA Pekanbaru membuka ruang komunikasi bagi warga yang ingin menyampaikan informasi tambahan, kritik, maupun saran terkait pengelolaan lingkungan.

Dengan langkah cepat dan sinergi antarinstansi serta partisipasi masyarakat, permasalahan ini diharapkan dapat segera diatasi secara tuntas sehingga tidak kembali menimbulkan gangguan bagi warga sekitar. Upaya bersama tersebut menjadi kunci dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan bersama.(***)

Tags

Terkini