Aksi Cepat Tim Gabungan, Karhutla 10 Hektar di Pelalawan Berhasil Dijinakkan

Sabtu, 04 April 2026 | 19:20:46 WIB
Upaya cepat dan terkoordinasi tim gabungan melakukan pemadaman karhutla/lipo

PEKANBARU, LIPO – Upaya cepat dan terkoordinasi tim gabungan Polda Riau bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, dan perusahaan akhirnya berhasil menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (4/4/2026).

Lokasi kebakaran berada di Desa Gambut Mutiara, tepatnya di area lahan gambut yang sebelumnya tidak terdeteksi melalui aplikasi monitoring Dashboard Lancang Kuning (DLK). Meski demikian, tim lapangan tetap bergerak responsif setelah menerima laporan adanya titik api.

Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Riau Kombes Ino Harianto yang turun langsung ke lokasi menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya mengandalkan teknologi, tetapi membutuhkan perpaduan patroli darat, pengecekan manual, serta koordinasi lintas sektor.

“Kami tidak sepenuhnya bergantung pada sistem monitoring. Begitu ada informasi titik api, tim langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman serta pendinginan,” ungkap Kombes Ino.

Ia menjelaskan bahwa kebakaran melanda sekitar 10 hektare lahan gambut dengan kondisi semak belukar sangat kering. Tantangan utama yang dihadapi petugas adalah cuaca panas, angin kencang, sulitnya akses lokasi, serta minimnya sumber air.

“Medan sulit, ditambah kontur gambut yang kering membuat pemadaman harus memakai strategi khusus. Berkat kerja sama semua pihak, api berhasil dikendalikan dan kini hanya tersisa asap tipis,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa serta Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani. Menurut Kombes Ino, kehadiran para pemimpin unsur keamanan ini menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam mencegah meluasnya karhutla.

Bupati Pelalawan H. Zukri yang ikut meninjau lokasi memberikan apresiasi atas langkah cepat tim gabungan. Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan sepihak.

“Kami sangat mengapresiasi respons cepat Polda Riau dan seluruh tim di lapangan. Penanganan karhutla harus dilakukan bersama-sama, termasuk melibatkan masyarakat yang berada di area rawan,” kata Zukri.

Menurutnya, wilayah gambut seperti Teluk Meranti membutuhkan pengawasan ekstra dan edukasi berkelanjutan agar kebakaran dapat dicegah sejak dini.

Sementara itu, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menyampaikan bahwa pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada api yang kembali muncul.

“Kondisi terkini, api sudah padam. Namun beberapa titik masih berasap sehingga pendinginan harus terus dilanjutkan. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Dalam operasi tersebut, 160 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA). Sinergi lintas sektor, kata John, menjadi kunci utama agar setiap potensi karhutla dapat segera ditangani.

Dengan upaya berkelanjutan dan kolaborasi erat semua unsur, Polda Riau menegaskan komitmennya menjaga lingkungan dan melindungi “marwah Bumi Lancang Kuning” dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(***)

Tags

Terkini