Polisi Tangkap Pelaku Jambret Amplop Santunan Dua Anak Yatim di Pekanbaru

Senin, 06 April 2026 | 18:26:53 WIB
Pelarian MT (23), penjambret amplop milik dua anak yatim di Pekanbaru, akhirnya berakhir./lipo

PEKANBARU, LIPO– Pelarian MT (23), penjambret amplop milik dua anak yatim di Pekanbaru, akhirnya berakhir.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru berhasil meringkus pria pengangguran itu setelah ia kabur ke Provinsi Sumatera Barat.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengatakan MT ditangkap pada Kamis (2/4/2026) saat bersembunyi di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumbar.

“Tersangka kami amankan saat bersembunyi. Saat ini MT masih diperiksa untuk mendalami motifnya,” ujar Anggi, Senin (6/4/2026).

Menurut Anggi, MT beraksi seorang diri dengan mengendarai sepeda motor matik BM 4354 YW. Tanpa ragu, pelaku merampas amplop santunan dari tangan salah satu korban sebelum melarikan diri.

“Amplop itu baru saja diterima korban dari masjid,” kata Anggi.

Polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku bermodal rekaman CCTV serta keterangan para korban.

Peristiwa penjambretan itu terjadi pada Senin (16/3/2026) di Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru. Dua bersaudara, Alim (10) dan Rama (8), baru pulang berjalan kaki setelah menerima santunan menjelang Idul Fitri di Masjid Al Ikhlas. Masing-masing membawa amplop berisi Rp1,5 juta, uang yang rencananya digunakan untuk membeli baju Lebaran dan membantu ibunya.

Pelaku sempat mendekati mereka, menanyakan asal amplop, kemudian pergi beberapa meter sebelum kembali dan merampas amplop dari tangan Alim. Aksi cepat itu terekam CCTV, sementara kedua bocah hanya bisa menangis menyaksikan uang santunan mereka dibawa kabur.

Kisah sedih kedua anak yatim ini sempat viral dan menarik perhatian anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi. Ia langsung menjemput kedua korban dan membawa mereka beserta ibunya ke rumahnya.

Tak berhenti di situ, Zulkardi mengajak mereka berbelanja baju Lebaran di salah satu pusat perbelanjaan Pekanbaru, memberikan bantuan sembako, mengajak buka puasa bersama, sekaligus mengganti uang santunan yang hilang dijambret.

Dengan tertangkapnya MT, polisi berharap kejadian serupa tidak terulang. Sementara bagi Alim dan Rama, perhatian banyak pihak sedikit mengobati trauma akibat aksi keji yang menimpa mereka.(***)

Tags

Terkini