Pasien Rujukan Sering Merasa 'Terlantar', DPRD Riau Minta Pemerintah dan RS Tambah Ruang ICU

Pasien Rujukan Sering Merasa 'Terlantar', DPRD Riau Minta Pemerintah dan RS Tambah Ruang ICU
Muhtarom/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan (dapil) Siak-Pelalawan, Muhtarom, menyoroti krisis ketersediaan ruang Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit, baik RSUD maupun swasta di Riau. 

Ia mengungkapkan bahwa hampir setiap hari, pasien yang membutuhkan rujukan ke ICU tidak dapat dilayani karena ruang perawatan intensif tersebut penuh.

Menurut Muhtarom, kondisi ini bukan hanya terjadi sesekali, melainkan berulang kali dan sudah menjadi masalah rutin. 

"Hari ini saja, pasien yang mau dirujuk ke ruang ICU rata-rata penuh. Ini terjadi berulang, bukan cuma sekali lalu besok ada tempat. Kebanyakan ketika daerah mau merujuk, ICU penuh," ujarnya, Senin 6 April 2026.

Ia menilai, peristiwa ini mengindikasi adanya ketimpangan antara jumlah pasien sakit kritis dengan kapasitas ruang ICU yang tersedia. Keterbatasan ini katanya bisa berakibat fatal, karena pasien lain yang sangat membutuhkan perawatan intensif akhirnya merasa terlantar dan tidak mendapatkan penanganan medis yang seharusnya.

"Penuh itu apakah karena kapasitasnya memang terbatas, atau karena memang banyak pasien sakit? Pada kenyataannya, saya pikir masyarakat kita saat ini sangat membutuhkan ruang ICU, tapi ruang ICU yang ada sangat terbatas," tegas politisi PKB ini.

Muhtarom menekankan bahwa masalah ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Ia meminta pemerintah daerah, pengelola RSUD, serta pihak rumah sakit swasta segera merencanakan penambahan ruang ICU.

"Kebutuhan ruang ICU saat ini, baik negeri maupun swasta, setiap hari penuh. Ini jadi perhatian kita bersama. DPRD meminta pemerintah dan rumah sakit umum untuk merencanakan penambahan ruang ICU. Jangan sampai masyarakat kita yang membutuhkan layanan intensif justru tidak tertolong karena keterbatasan fasilitas," pungkasnya.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#RSUD

Index

Berita Lainnya

Index