Ekspor Riau Januari-Mei 2026 Tembus US$8,60 Miliar, Naik 5,58 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 11:00:58 WIB
Ilustrasi/F: int

PEKANBARU, LIPO - Nilai ekspor Provinsi Riau sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai US$8,60 miliar atau meningkat 5,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas yang mencapai US$8,26 miliar, naik 9,37 persen secara tahunan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan bahwa pertumbuhan ekspor nonmigas menjadi penopang utama kinerja perdagangan luar negeri Riau pada lima bulan pertama tahun ini.

"Secara kumulatif, nilai ekspor Riau Januari hingga Mei 2026 mengalami peningkatan sebesar 5,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 9,37 persen," ujar Asep, Jumat 3 Juli 2026.

Meski demikian, pada periode bulanan, nilai ekspor Riau pada Mei 2026 tercatat sebesar US$1,56 miliar atau turun 4,48 persen dibandingkan Mei 2025. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya ekspor migas maupun nonmigas.

Ekspor migas pada Mei 2026 tercatat sebesar US$58,32 juta, turun 39,28 persen dibandingkan Mei tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai US$1,50 miliar, atau turun 2,31 persen secara tahunan.

Dari sisi komoditas, lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi penyumbang kenaikan ekspor nonmigas terbesar selama Januari - Mei 2026. Nilai ekspor komoditas tersebut meningkat US$559,66 juta atau 13,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebaliknya, komoditas bubur kayu (pulp) mengalami penurunan terbesar, yakni sebesar US$109,38 juta atau 13,67 persen.

Berdasarkan negara tujuan, Tiongkok masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas Riau dengan nilai mencapai US$1.546,03 juta. Posisi berikutnya ditempati India sebesar US$694,01 juta dan Malaysia sebesar US$626,08 juta. Ketiga negara tersebut menyumbang 34,71 persen dari total ekspor nonmigas Riau.

Sementara itu, total ekspor nonmigas ke kawasan ASEAN mencapai US$1,46 miliar, sedangkan ekspor ke negara-negara Uni Eropa (27 negara) tercatat sebesar US$957,24 juta.

Menurut sektor usaha, ekspor nonmigas dari sektor industri pengolahan pada Januari-Mei 2026 meningkat 9,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, ekspor hasil pertanian mengalami penurunan 11,08 persen.*****

 

Terkini