Harimau Sumatra Masuk Permukiman, Disdik Inhil Hentikan Sementara Sekolah Tatap Muka di Sungai Danai

Senin, 27 Juli 2026 | 19:09:54 WIB
Foto ilustrasi Ai

LIPO - Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir mengambil langkah cepat menyusul meningkatnya potensi konflik antara manusia dan harimau sumatra di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung.

Demi menjaga keselamatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka untuk sementara dihentikan dan dialihkan ke sistem pembelajaran daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, Abdul Rasyid, mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan sebagai bentuk antisipasi hingga kondisi di lapangan benar-benar dinyatakan aman.

“Kami telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Desa Sungai Danai agar siswa, guru, hingga tenaga kependidikan tidak melakukan kehadiran fisik di sekolah. Seluruh kegiatan belajar mengajar dialihkan sementara secara daring dari rumah masing-masing sampai situasi benar-benar aman,” ujarnya.

Keputusan itu diambil setelah kemunculan harimau sumatra di sekitar permukiman warga menimbulkan keresahan. Dalam beberapa hari terakhir, warga menemukan jejak kaki satwa liar tersebut di sekitar desa. Selain itu, seekor sapi milik warga juga ditemukan mengalami luka parah pada bagian kaki yang diduga akibat serangan harimau.

Situasi tersebut membuat aktivitas masyarakat ikut terdampak. Banyak warga memilih tetap berada di dalam rumah dan membatasi kegiatan di luar sebagai langkah menghindari risiko bertemu satwa liar. Kondisi itu juga menyebabkan lingkungan sekolah di desa tersebut untuk sementara tidak lagi dipenuhi aktivitas belajar seperti biasanya.

Pemerintah Desa Sungai Danai turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak di luar rumah.

Kepala Desa Sungai Danai, Halim, mengatakan pihaknya telah menyampaikan laporan resmi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau agar tim penanganan konflik satwa segera diterjunkan ke lokasi.

“Kemunculan harimau di Desa Sungai Danai sangat meresahkan masyarakat. Kami mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar rumah demi keselamatan. Surat permohonan juga sudah kami sampaikan kepada BKSDA Provinsi Riau agar tim segera datang melakukan penanganan dan evakuasi,” kata Halim.

Hingga kini, warga bersama pemerintah desa masih bersiaga sambil menunggu kedatangan Tim BKSDA Provinsi Riau. Masyarakat berharap penanganan konflik satwa liar tersebut dapat segera dilakukan sehingga kondisi kembali kondusif dan aktivitas warga, termasuk proses belajar mengajar di sekolah, dapat berlangsung normal kembali.*****

Terkini