Tinjau Karhutla Inhu, Kapolda Riau Tekankan Kolaborasi hingga Restorasi

Kamis, 10 September 2026 | 12:47:25 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo turun langsung meninjau lokasi kebakaran/lipo

PEKANBARU, LIPO— Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau kembali mendapat perhatian serius dari pimpinan daerah. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal melalui sinergi lintas sektor, sekaligus mengecek langsung proses pemadaman dan pendinginan di lapangan, terutama pada lahan gambut yang dikenal menyimpan bara api di lapisan dalam.

Kebakaran di wilayah tersebut melanda sekitar 70 hektare lahan gambut. Hingga Rabu siang, personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan agar api tidak kembali muncul.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan, sebagian besar area telah berhasil dilokalisir melalui pembuatan sekat kanal. Namun, potensi kemunculan api masih ada karena karakteristik gambut yang dapat menyimpan bara dalam waktu lama.

“Karena ini lahan gambut, api harus benar-benar dipastikan padam hingga ke lapisan terdalam. Kita harapkan dalam dua hingga tiga hari ke depan proses pendinginan bisa tuntas,” ujarnya di lokasi.

Penanganan karhutla dilakukan melalui operasi terpadu darat dan udara. Tim darat difokuskan pada pemadaman serta pendinginan, sementara dukungan water bombing disiapkan untuk mengantisipasi titik api berskala besar. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dioptimalkan untuk memicu hujan buatan guna membantu proses pemadaman.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, hingga perusahaan.

“Kolaborasi ini tidak hanya saat kebakaran terjadi. Mitigasi sudah kita lakukan jauh hari, terutama menghadapi ancaman El Nino,” tegasnya.

Menurut Herry, berbagai langkah pencegahan telah disiapkan, mulai dari pembangunan sekat kanal, embung, menara pemantau, hingga kesiapan sarana prasarana perusahaan dan personel di lapangan. Sistem peringatan dini juga diperkuat melalui platform seperti Lancang Kuning, SiPongi, Sipakar, hingga Green Policing Presisi untuk mempercepat verifikasi hotspot.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman semata. Restorasi kawasan menjadi langkah lanjutan yang krusial untuk memutus siklus kebakaran tahunan.

“Kita tidak ingin setiap tahun hanya memadamkan api. Harus ada perubahan mendasar melalui restorasi dan perubahan pola pikir masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Polda Riau bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai merencanakan gerakan penanaman satu juta pohon yang akan dimulai pada Oktober 2026.

Di sisi lain, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan terus berjalan. Hingga kini, Polda Riau telah menangani 47 perkara karhutla dengan 51 tersangka, dengan total luas lahan terdampak mencapai 3.066 hektare.

Sementara itu, proses pemadaman dan pendinginan di Desa Paya Rumbai masih terus berlangsung. Tim gabungan memastikan seluruh titik api, termasuk bara di dalam lapisan gambut, benar-benar padam agar tidak memicu kebakaran ulang.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda dan Pangdam turut didampingi Kalaksa BPBD Riau Edy Afrizal, Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto, Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra, Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Bangun Bara Kurniawan Prabowo, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.(***)

Tags

Terkini