Udara Pekanbaru Memburuk Akibat Asap, 96 Hotspot Terdeteksi di Riau

Selasa, 15 September 2026 | 11:57:52 WIB
Ilustrasi-Karhutla/F: ist

PEKANBARU, LIPO – Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk. Pada Selasa (15/9/2026) pukul 10.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) tercatat berada di level sangat tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan IQAir, AQI di Pekanbaru mencapai angka 207. Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi tinggi, yakni 131,9 µg/m³.

Kondisi ini terjadi di tengah potensi kekaburan udara akibat asap yang diprakirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru.

Dalam prakiraan cuaca Selasa, BMKG menyebut Pekanbaru dan sejumlah wilayah lain di Riau berpotensi mengalami udara kabur akibat asap. Kondisi ini diprakirakan terjadi sejak pagi hingga dini hari.

Kekaburan tersebut berpotensi menurunkan jarak pandang dan memperburuk kualitas udara di wilayah terdampak.

Pada data IQAir pukul 10.00 WIB, cuaca di Pekanbaru tercatat 32 derajat Celcius dengan kecepatan angin 9 kilometer per jam dan kelembapan 50 persen.

BMKG Pekanbaru juga mencatat adanya 96 titik panas (hotspot) di Riau berdasarkan pemantauan pukul 23.00 WIB, Senin (14/9/2026) malam.

Titik panas paling banyak terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 70 titik, disusul Dumai 7 titik dan Pelalawan 6 titik.

Kondisi PM2.5 yang tinggi dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

Masyarakat diimbau memperhatikan kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Jika udara berasap atau memburuk, warga disarankan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah.*****

 

Terkini