PEKANBARU, LIPO - Di tengah tekanan fiskal dan penyesuaian struktur APBD 2026, Pemerintah Provinsi Riau tidak tinggal diam. Pemprov memperkuat strategi optimalisasi pendapatan dengan membentuk Satuan Tugas Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (SATGAS OPAD).
Satgas ini tidak dibentuk sendiri, melainkan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau.
Informasi tersebut disampaikan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat Rapat Paripurna DPRD Provinsi Riau, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, penguatan sisi pendapatan menjadi kunci agar pembangunan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan meski ada penyesuaian anggaran.
"Di tengah penyesuaian tersebut, Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat sisi pendapatan daerah," ujar SF Hariyanto di hadapan anggota DPRD.
SF Hariyanto membeberkan, SATGAS OPAD akan bekerja dengan tiga pendekatan.
Pertama, memperluas basis penerimaan daerah. Kedua, memperkuat pemungutan dan pengawasan pajak serta retribusi. Dan Ketiga, meningkatkan efisiensi administrasi.
Tujuannya jelas, menggali potensi-potensi pendapatan yang selama ini belum maksimal.
"Pemerintah Provinsi Riau bersama Forkopimda membentuk Satuan Tugas Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah atau SATGAS OPAD, untuk memperkuat upaya penggalian potensi-potensi pendapatan daerah," tegasnya.
Satgas ini juga akan bersinergi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Pendapatan di seluruh Riau.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Riau, Parisman Ihwan, menyambut baik langkah tersebut. Ia memastikan DPRD siap menjalankan pembahasan Ranperda Perubahan APBD sesuai mekanisme.
"Semoga seluruh proses pembahasan dapat berjalan dengan lancar dan kita dapat menyelesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Parisman.
Ia menekankan, pembahasan APBD harus tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan dan tata tertib DPRD.*****