Baru 68 Persen, Dinkes Pekanbaru Kejar 1.675 Kasus TBC Sisa Hingga Akhir Tahun

Senin, 28 September 2026 | 11:20:49 WIB
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota, Markarius Anwar didampingi Kepala Diskes Pekanbaru, Hazli Fendriyanto Meninjau Pelayanan Puskesmas/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru masih harus bekerja ekstra keras mengejar target penemuan kasus Tuberkulosis (TBC). Pasalnya, hingga 20 September 2026, baru 3.605 kasus yang ditemukan.

Angka itu baru 68,2 persen dari target tahun 2026 yang dipatok sebanyak 5.280 kasus. Artinya, masih ada sekitar 1.675 kasus lagi yang harus ditemukan hingga akhir tahun.

Kepala Dinkes Pekanbaru, Hazli Fendriyanto mengatakan, pihaknya terus menggenjot penemuan kasus, baik pasif di layanan kesehatan maupun aktif jemput bola di masyarakat.

"Sebanyak 3.605 kasus baru sudah ditemukan. Selain itu, sebanyak 15.395 orang terduga TBC telah ditemukan melalui SPM, atau 54,6 persen dari target 28.220 orang," kata Hazli, Minggu (27/9/2026).

Capaian tahun ini memang masih tertinggal dibanding tahun lalu. Pada 2025, Dinkes Pekanbaru berhasil menemukan 5.505 kasus atau 114 persen dari target Kemenkes sebanyak 4.838 kasus.

Capaian tahun lalu itu jadi pelecut semangat. Dinkes menargetkan tidak hanya menemukan kasus, tapi juga memastikan pengobatan tuntas dengan target treatment success rate (TSR) 90 persen sesuai target nasional.

Sebagai motivasi, Dinkes memberikan penghargaan kepada puskesmas berprestasi.

Untuk penemuan kasus terbanyak tahun lalu, juara 1 diraih Puskesmas Sidomulyo, juara 2 Payung Sekaki, dan juara 3 Rejosari.

Sementara untuk keberhasilan pengobatan terbaik yang melampaui target nasional, Puskesmas Sidomulyo kembali juara dengan 99 persen, disusul Sapta Taruna 98 persen, serta Sail dan Langsat masing-masing 97,4 persen.

Hazli berharap prestasi ini memotivasi puskesmas lain untuk lebih gencar menemukan kasus dan mengawal pasien hingga sembuh total.*****

 

Terkini