Udara Tembus Level Berbahaya: 10 Ribu Warga Pekanbaru Sakit ISPA, PJJ Diperpanjang hingga 10 Oktober

Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:13:39 WIB
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk PAUD hingga SMP hingga Sabtu (10/10/2026). Penyebabnya, kabut asap karhutla makin memburuk dan sudah masuk level berbahaya.

Keputusan diambil dalam rapat darurat di Komplek Perkantoran Tenayan Raya, Rabu (7/10/2026) bersama BMKG dan DLHK.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan kualitas udara hari ini sangat mengkhawatirkan. Tiga parameter udara semuanya menunjukkan tidak sehat, bahkan pukul 13.00 WIB sempat menyentuh level berbahaya.

"Kondisi udara kita di Pekanbaru hari ini dalam kondisi sangat tidak sehat, dan ada tiga parameter, tiga-tiganya menunjukkan kondisi sangat tidak sehat. Dan tadi jam 13.00 WIB itu sampai ke posisi berbahaya," kata Markarius.

Dampaknya sudah meluas. Lebih dari 10.000 warga Pekanbaru terpapar gangguan kesehatan akibat asap, mulai asma, ISPA, iritasi mata hingga pneumonia. Hanya pada 7 Oktober saja, ada 374 pasien baru.

"Yang sudah terpapar sampai hari ini sudah lebih 10.000 orang ya yang terkait dengan asap ini; asma, ISPA, iritasi, pneumonia. Kemudian yang tertinggi kemarin 7 Oktober itu, pasien kita terkait dengan hal ini 374," ujarnya.

Untuk melindungi siswa, PJJ pun dilanjutkan.

"Yang pertama, kita akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh, lanjutannya selanjutnya sampai hari Sabtu," ungkap Markarius.

Evaluasi akan dilakukan Minggu (11/10/2026). BMKG memprediksi hujan berpotensi turun Sabtu (10/10). Jika hujan turun, kualitas udara diharapkan membaik dan sekolah bisa kembali normal.

"Tadi dari BMKG, potensi hujan itu tanggal 10. Mudah-mudahan Allah berikan hujan," jelasnya.

"Jadi PJJ ini sampai hari Sabtu dulu, nanti hari Minggu kita akan evaluasi kembali," pungkasnya.*****

 

Terkini