Usut Gudang Penimbunan dan Kelangkaan BBM, Tiga Ormas Riau Desak Pertamina Buka Hasil Uji Lab

Usut Gudang Penimbunan dan Kelangkaan BBM, Tiga Ormas Riau Desak Pertamina Buka Hasil Uji Lab
Edy Natar Nasution/ist

PEKANBARU, LIPO  — Tiga organisasi kemasyarakatan (ormas) besar di Riau mendesak PT Pertamina Patra Niaga untuk segera mengumumkan hasil uji laboratorium terkait sampel minyak yang diambil dari gudang penimbunan ilegal di daerah Tenayan pada Jumat malam lalu.

Tuntutan ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di salah satu kedai kopi ternama di Jalan Hangtuah, Kota Pekanbaru, pada Rabu (7/10/2026).

Ketiga ormas yang bergerak bersama tersebut adalah Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat *(GMKR)*, Lembaga Laskar Melayu Bersatu *(LLMB)*, dan Gerakan Masyarakat Adat *(GEMA)*.

Selain mendesak Pertamina, mereka juga meminta pihak kepolisian untuk bersikap transparan dalam memproses hukum pemilik gudang penimbunan BBM yang sebelumnya telah mereka bongkar bersama aparat kepolisian dan Lurah industri Tenayan pada Jumat malam lalu.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Koordinator GMKR, Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution. Turut hadir sejumlah tokoh utama perwakilan ormas, antara lain Panglima Pucuk LLMB Datuk Ismail, tokoh GEMA Datuk Taufik Tambusai, serta jajaran tokoh teras dari ketiga lembaga tersebut.

Dua Poin Tuntutan Utama Ormas Riau Kepada awak media, Edy Natar Nasution menjelaskan bahwa pertemuan ini difokuskan untuk mengawal dua agenda penting terkait krisis dan mafia BBM di Riau:

Transparansi Hasil Lab & Hukum: Mendorong Pertamina Patra Niaga segera mempublikasikan hasil uji laboratorium sampel minyak, serta mendesak kepolisian membuka identitas dan memproses hukum pemilik gudang penimbunan yang digerebek warga bersama ormas.

*Agenda Pertemuan dengan DPR RI:*

Mematangkan rencana pertemuan gabungan antara GMKR, LLMB, GEMA, dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau dengan anggota DPR RI Komisi VI dan Komisi XII Daerah Pemilihan (Dapil) Riau. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung minggu depan di Pekanbaru.

Soroti Kelangkaan Biosolar
Edy Natar menegaskan bahwa langkah bersama ini diambil demi menyuarakan jeritan masyarakat Riau yang hingga kini masih kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama jenis Biosolar.

Masalah kelangkaan ini dinilai sudah sangat menyulitkan aktivitas ekonomi warga, khususnya di Kota Pekanbaru. "Mohon dukungan semua pihak ya. Semoga langkah yang kami lakukan ini selalu dalam lindungan dan rida Allah SWT, karena apa yang kami lakukan ini semata-mata membela hak rakyat Riau yang sedang dalam kesulitan mendapatkan BBM, khususnya Biosolar," ujar Edy Natar menutup keterangannya kepada wartawan.(***)

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Edy Natar Nasution

Index

Berita Lainnya

Index