Jelang HSN 2026 di Pekanbaru, Gus Muhaimin Resmikan Rumah Bebas Asap di Ponpes Dar El Hikmah

Ahad, 18 Oktober 2026 | 18:38:08 WIB
Mafirion Menyalurka Bantuan di Ponpes Dar El Hikmah, Pekanbaru/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin melalui  anggota DPR RI Fraksi PKB Dapil Riau, Mafirion, meresmikan Rumah Bebas Asap di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, Riau, Minggu (18/10/26). 

Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ponpes Dar El Hikmah sendiri akan menjadi lokasi apel akbar Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2026 yang rencananya dihadiri langsung Gus Muhaimin. 

Kehadiran Rumah Bebas Asap diharapkan bisa melindungi kesehatan santri dan warga sekitar di tengah ancaman asap.

Anggota DPR RI Fraksi PKB, Mafirion, menegaskan HSN tidak boleh berhenti sebagai pesta seremonial semata. Di tengah bencana asap, santri dan masyarakat butuh aksi nyata.

"HSN memang pesta santri, tetapi kepedulian terhadap bencana karhutla tidak boleh pudar. Santri dan masyarakat yang terdampak asap membutuhkan tindakan nyata. Karena itu, Rumah Bebas Asap ini menjadi simbol kehadiran PKB untuk membantu masyarakat menghadapi dampak bencana," ujar Mafirion, Minggu (18/10/2026).

Ia menyebut pesantren adalah bagian vital dari masyarakat yang harus mendapat perhatian ekstra saat situasi darurat. Kabut asap bukan hanya mengganggu aktivitas, tapi juga mengancam kesehatan anak-anak dan kelompok rentan.

Tak hanya Rumah Bebas Asap, Gus Muhaimin juga menyalurkan bantuan masker untuk santri dan warga terdampak. Bantuan ini diharapkan bisa mengurangi paparan asap sembari penanganan karhutla terus berjalan.

Menurut Mafirion, kepedulian PKB tidak berhenti di lingkungan pesantren. Warga yang terdampak langsung di lapangan juga menjadi perhatian.

"Jangan sampai peringatan Hari Santri berlangsung meriah, sementara santri dan masyarakat di sekitar kita harus berjuang menghadapi asap. Semangat Hari Santri harus diwujudkan dalam kepedulian, gotong royong, dan aksi nyata membantu sesama," tegasnya.

Untuk mengantisipasi paparan asap saat apel HSN 2026 nanti, panitia mewajibkan seluruh peserta menggunakan masker.

Mafirion berharap, HSN 2026 tidak hanya memperkuat semangat kebangsaan dan keagamaan, tapi juga menjadi bukti bahwa pesantren dan masyarakat tidak dibiarkan berjuang sendiri menghadapi bencana.

"Bagi PKB, Hari Santri bukan sekadar perayaan. Ini juga momentum untuk membuktikan bahwa nilai-nilai kepedulian dan gotong royong harus hadir dalam tindakan. Ketika masyarakat terdampak bencana, kita harus hadir dan membantu," pungkasnya.*****

 

Terkini