Kapolda Riau Nyatakan Perang Narkoba! Gagalkan 34,9 Kg Sabu dari Malaysia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:53:21 WIB
Barang Bukti Narkoba 34,9 Kg Sabu/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Polda Riau menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 34,9 kilogram. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka dalam pengungkapan bernilai Rp 62,9 miliar tersebut.

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat mengatakan, pengungkapan ini merupakan bagian dari Operasi Sarang Narkoba (OSN) yang menjadi program prioritas Kapolri.

"Dari 34,9 kilogram ini kita nilai dengan rupiah sekitar Rp 62,9 miliar, dengan jiwa yang terselamatkan sekitar 175 ribu jiwa," kata Arman di Pekanbaru, Selasa (27/10/2026).

Arman mengungkapkan, sabu puluhan kilogram itu disita dalam penindakan beberapa hari terakhir. Dari hasil penyelidikan sementara, barang haram tersebut rencananya akan diedarkan ke tiga provinsi, yakni Riau, Sumatera Utara (Medan), dan Sumatera Selatan.

Polda Riau menyoroti jalur masuk narkoba dari Malaysia yang masih menjadi ancaman serius. Wilayah pesisir timur Riau, terutama Dumai dan Bengkalis, menjadi titik rawan yang dimanfaatkan jaringan internasional.

"Riau ini merupakan pintu masuk narkoba, terutama dari Malaysia, dengan menggunakan beberapa pelabuhan yang ada di wilayah bagian timur Provinsi Riau, terutama di seputaran Dumai, Bengkalis, dan pesisir pantai," ujar Arman.

Untuk mempersempit ruang gerak penyelundup, Polda Riau menggandeng Bea Cukai untuk memperketat pengawasan di jalur laut.

Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus untuk membongkar jaringan di atasnya, termasuk yang diduga berada di Malaysia.

"Kita sudah mendapatkan nama-nama yang akan kami dalami. Mudah-mudahan dari pihak mereka pun ada respons untuk menghentikan jalur keluar dari wilayah Malaysia, terutama di bagian barat Semenanjung Malaka," katanya.

Arman menegaskan tidak akan berhenti pada lima tersangka yang sudah diamankan. Ia juga melayangkan peringatan keras kepada jaringan narkotika internasional.

"Saya tidak akan main-main. Mereka membentuk jalur laut dan darat, mereka merekrut orang, kita dijadikan korban sama mereka. Saya nyatakan perang khusus narkoba, tidak ada ampun," tegasnya.

Selain penindakan, Polda Riau menyiapkan langkah pencegahan. Arman menyebut pihaknya akan bersinergi dengan BNN, termasuk BNNP Riau, untuk melakukan mitigasi dan edukasi, terutama di lingkungan sekolah agar pelajar dan remaja tidak menjadi sasaran.

"Kita sudah menyiapkan skemanya, sistem bagaimana kita melakukan mitigasi untuk pencegahannya," ucapnya.

Arman juga mengajak Pemda, Forkopimda, dan seluruh masyarakat Riau untuk terlibat aktif memerangi narkoba. Ia memastikan pengungkapan 34,9 kg ini berbeda dengan kasus sebelumnya, namun masih didalami kemungkinan keterkaitan jaringannya.

Terkait teknis pengungkapan, Arman meminta publik dan media untuk maklum karena masih dalam tahap pengembangan.

"Pengungkapan narkoba ini berbeda dengan pidana yang lain. Saya berharap rekan-rekan maklum untuk teknis dan bagaimana pengungkapan ini, tidak perlu harus terlalu detail karena kita masih dalam proses pengembangan," pungkasnya.*****

 

Terkini