PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) terus menggesa proses pelebaran U-turn di depan RS Hermina Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Khairul Rizal menyebutkan pengerjaan tersebut ditargetkan rampung pada 20 Desember 2026 mendatang.
"Dengan adanya pengerjaan pelebaran U-turn dan Jalan Tuanku Tambusai. Kami meminta agar masyarakat lebih bersabar saat melintas di kawasan tersebut. Ini terus kami gesa, InsyaAllah awal tahun depan sudah tidak ada lagi kemacetan," kata Khairul Rizal, Rabu (28/10/2026).
Dirinya juga menanggapi masukan masyarakat yang menilai jalan di sekitar U-turn, terutama di depan RS Hermina, menjadi semakin sempit selama pengerjaan berlangsung.
Ia menegaskan, penataan tersebut justru dilakukan dengan memperlebar jalan dan menambah kapasitas untuk mengakomodasi pergerakan kendaraan.
“Banyak masukan yang kami baca, jalan disebut semakin kecil. Padahal, kami tidak memperkecil geometri jalan. Justru kami menambah lebar jalan. Jadi, setelah pekerjaan selesai, kapasitas jalan akan lebih besar,” jelasnya.
Sebagai contoh, Khairul menyebut lebar jalan di depan RS Hermina yang sebelumnya sekitar 7,2 meter untuk satu lajur akan ditingkatkan melalui penataan menjadi sekitar 17 meter pada bagian yang dikerjakan. Dari lebar tersebut, sekitar 10 meter diperuntukkan bagi arus kendaraan lurus dan 7 meter untuk jalur U-turn.
Pelebaran itu dirancang untuk mengatur pergerakan kendaraan agar lebih tertib, termasuk mengakomodasi kendaraan yang harus melewati titik putar balik sesuai rekayasa lalu lintas yang direncanakan.
Menurut Khairul, penataan U-turn tidak bisa dilepaskan dari keseluruhan desain pelebaran jalan. Karena itu, kondisi selama pengerjaan belum menggambarkan hasil akhir yang nantinya diterapkan.
"Tujuan utamanya bagaimana kami mengurai kemacetan, termasuk menghilangkan kemacetan di bawah flyover SKA. Kami mohon masyarakat bersabar karena pekerjaan ini masih berproses,” katanya.
Adapun empat titik U-turn yang ditata berada di depan Daikin dan Lotte Mart di Jalan Soekarno-Hatta, serta di depan RS Hermina dan Masjid Raudhatul Jannah di Jalan Tuanku Tambusai.
Penanganan tikungan di kawasan Living World juga termasuk dalam lingkup pekerjaan. Dengan target penyelesaian pada Desember 2026, penataan ini diharapkan dapat mendukung rekayasa lalu lintas yang lebih baik mulai awal tahun depan.
Pemerintah berharap kapasitas jalan yang bertambah dapat membantu memperlancar arus kendaraan dan mengurangi kepadatan di kawasan Simpang SKA.*****