Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, segera menerapkan Peraturan Daerah Adaptasi Kebiasaan Baru dalam pencegahan dan peng " />
Rabu, 23 September 2020
Follow:
 
Wisata di Padang akan Terapkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru

elpi | Travelling
Minggu, 13/09/2020 | 06:25:09 WIB
Salah satu objek wisata di Kota Padang/int
TERKAIT:
 
 
PADANG, LIPO - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, segera menerapkan Peraturan Daerah Adaptasi Kebiasaan Baru dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19 yang dikeluarkan provinsi setempat di objek wisata.

"Perda tersebut segera diterapkan di destinasi wisata, tinggal menunggu petunjuk pelaksanaannya karena Perda dikeluarkan oleh provinsi," kata Kepala Dinas Pariwisata Padang Arfiandi Padang, Sabtu, dikutip dari antara.

Menurut dia, sejauh ini Pemkot Padang telah menerapkan pengetatan bagi pengunjung yang akan masuk ke destinasi wisata terutama pada objek wisata yang masuknya berbayar.

Mengingat sebelum Perda provinsi keluar, Pemkot Padang juga telah mengeluarkan aturan terkait kebiasaan baru melalui Peraturan Wali Kota Padang.

Hanya saja bedanya, Perwakot Padang belum memuat sanksi kurungan bagi para pelanggar.

"Objek wisata yang masuk berbayar seperti Pantai Air Manis dan Gunuang Padang pengetatan telah dilakukan sebelumnya, pengunjung yang tidak menggunakan masker tidak bisa masuk," katanya.

Namun saat ini karena keluarnya Perda baru di tingkat provinsi, maka pihaknya menunggu bagaimana petunjuk pelaksanaannya di tingkat kota.

Ia mengatakan saat ini untuk Pantai Air Manis Padang yang dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah Padang Sejahtera Mandiri kunjungan rata-rata per hari sekitar 500 orang, sedangkan akhir pekan di kisaran 1.000-2.000 pengunjung.

Sebelumnya, DPRD bersama Pemprov Sumatera Barat menyepakati Rancangan Peraturan Daerah Adaptasi Kebiasaan Baru dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19 menjadi Peraturan Daerah yang bertujuan mencegah penyebaran COVID-19 di daerah itu.

Ketua Pansus Ranperda Kebiasaan Baru DPRD Kota Padang Hidayat di Padang, pada Jumat (11/9) mengatakan Perda itu terdiri dari 10 bab dan 117 pasal yang mengatur ketentuan dalam kondisi normal baru di Sumbar.

Ia menyebutkan di pasal 106 diatur bahwa orang yang tidak menggunakan masker diancam pidana kurungan selama dua hari atau denda Rp250 ribu.

Sementara untuk penanggung jawab instansi atau lainnya yang melanggar protokol kesehatan diancam pidana kurungan maksimal satu bulan atau denda Rp15 juta.(lipo*3)




Berita Lainnya :
 
  • Bukukan Deviden Rp1,3 M, Husni Merza Lahirkan Pemimpin dari Internal PT Persi
  • Bupati Siak Alfedri Resmikan Kantor Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan
  • Kabupaten Siak Kembali Menerima WTP, 5 Kali Berturut-turut!
  • Diduga Lakukan Pelecehan Seksual & Pemerasan, Oknum Dokter Ditetapkan Sebagai Tersangka
  • Kapolres Rohil Pimpin Upacara Apel Satgas Pemburu Teking Covid-19, Siap Tindak Bila Ada yang Tengil
  • Dalam Waktu Dekat ini BNPB Bantu Pemrov Riau Alat PCR, Gunanya untuk Membantu Masyarakat Riau
  • 8 Anggota Dewan Kota Pekanbaru Dikabarkan Terpapar Positif Corona
  • Pilkada Kuansing, Anggota PWI Diingatkan Jaga Netralitas
  • Warga Benai Membludak Di Ajang Silaturahmi Andi-Suhardiman, Tokoh: Kami Tak Ingin Menyesal Lagi
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2020 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index