Selasa, 31/10/2017
Follow:
 
Kasus Covid Mengkhawatirkan, Ini Instruksi Luhut ke Kemenkes

elpi | Nasional
Selasa, 31/10/2017 | 06:11:23 WIB
 Luhut Binsar Pandjaitan /int
TERKAIT:
 
 
JAKARTA, LIPO - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi sebagai Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera mensosialisasikan protokol standar perawatan pasien Covid-19 ke Rumah Sakit (RS) rujukan di delapan provinsi utama. Kenaikan kasus, kata Luhut, sudah mengkhawatirkan.

"Saya minta mulai minggu depan Kemenkes segera menyosialisasikan protokol terapi ini ke semua RS rujukan di delapan provinsi plus Aceh karena kenaikan kasusnya mulai mengkhawatirkan," kata Luhut Pandjaitan dalam rapat koordinasi virtual pengendalian Covid-19 di delapan provinsi secara virtual, Senin, seperti dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Hadir dalam rakor tersebut antara lain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Usai sosialisasi, Kemenkes diminta untuk melakukan pendampingan implementasi termasuk memberikan pelatihan bagi dokter dan tenaga kesehatan, lalu memonitor pelaksanaannya. Selain itu, Kemenkes juga diminta ketersediaan obat dan alat terapi yang ada dalam panduan tersebut.

"Tim gugus tugas yang dibentuk oleh Kemenkes harus segera turun, saya minta Kamis (24/9) Kemenkes melaporkan hal ini kepada saya," tegas Luhut Pandjaitan.

Luhut juga meminta RS milik BUMN di daerah membantu RS rujukan untuk mengimplementasikan protokol perawatan pasien Covid-19.
"Saya minta bidang kesehatan dan Kesdam masing-masing Polda dan Kodam untuk membantu monitoring implementasi protokol terapi penanganan pasien Covid-19," ujar Luhut Pandjaitan kepada Polda dan Kodam dari delapan provinsi yang hadir dalam rakor itu.

Dalam kesempatan tersebut Staf Khusus Menkes Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan Alexander Ginting mengungkapkan protokol perawatan pasien Covid-19 itu berisi tata laksana manajemen klinis ringan, sedang, dan berat.

"Protokol yang disusun bersama lima organisasi profesi dokter spesialis yakni PDPI, PAPDI, IDAI, PERDATIN, PERKI dan berdasarkan pedoman WHO ini sudah termasuk standar penanganan serta obat yang harus diberikan kepada pasien berdasarkan derajat kasusnya," jelasnya.

Lebih jauh Alexander menyatakan kesiapan Kesiapan untuk segera menyosialisasikan protokol tersebut ke seluruh provinsi yang menjadi prioritas penanganan Covid-19 pemerintah saat ini.

Ia pun mengatakan Kemenkes akan melakukan mentoring klinis ke berbagai ICU rumah sakit rujukan dan rumah sakit perawatan secara periodik baik virtual maupun langsung untuk menurunkan angka kematian. "Yang tidak kalah penting adalah kami juga akan memperkuat sistem deteksi dini COVID-19 yang terstandar, memastikan setiap RS rujukan dan RS perawatan memiliki pasokan medis dan peralatan yang memadai dalam setiap fase CICO (Circulation, Inflamation, Coagulapathy, Oxigenation)," terangnya.

Alexander menjelaskan latar belakang penyusunan Protokol Standar Perawatan Pasien Covid-19 yakni karena tingginya angka kematian pasien Covid-19 di ICU. "Riset kami menunjukkan bahwa sistem rujukan yang berbelit, pasien terlambat datang ke pusat pengobatan, diagnosis terlambat diberikan, pengobatan yang tidak adekuat maupun ketidak-tersediaan ventilator yang berpengaruh pada angka mortalitas di ICU," jelas Alexander.(lipo*3/rol)



Berita Lainnya :
 
  • Ini Manfaat Ubi Bagi Kesehatan Usus Hingga Penglihatan
  • Irjen Napoleon Bonaparte 'Seret' Nama Kabareskrim dan Azis Syamsuddin di Persidangan
  • KPK Minta Cakada Jujur Laporkan Sumbangan Kampanye
  • Menang 4-0, Barcelona Melenggang ke 16 Besar Liga Champions
  • Hari Ini, Gubernur Riau Terima DIPA dari Presiden Jokowi Secara Virtual
  • Calon Wali Kota Dumai Eko Suharjo Meninggal Setelah Sempat Positif Covid-19
  • Kadis Dikdukcapil Langsung Bagikan e-KTP ke Rumah Warga
  • Bantah Soal SK Jabatan, Terdakwa Baharudin Juga Ngaku tak Tahu Adi Sukemi Cabup Pelalawan
  • Pagi Dijemput Polisi, Malam Harinya Ketua FPI Pekanbaru Dijadikan Tersangka
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2020 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index