Selasa, 31/10/2017
Follow:
 
Sejumlah Massa Demo KPK Terkait Dugaan Keterlibatan Pihak Lain pada Kasus Amril Mukminin

Elfi | Hukrim
Selasa, 31/10/2017 | 23:01:41 WIB

TERKAIT:
 
 
LIPO - Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta didemo oleh 
Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Untuk Keadilan Riau (AMUK RIAU) Jumat (20/11/2020). Sejumlah massa mendesak KPK memeriksa dan menetapkan Indra Gunawan Eet sebagai tersangka.

Dalam aksinya, mereka menyebutkan, Calon Bupati Kabupaten Bengkalis Indra Gunawan Eet diduga terlibat kasus dugaan korupsi proyek multiyears pembangunan jalan tahun 2013-2015 dan tahun 2017-2019 di Kabupaten Bengkalis.

Saat demo, massa membawa sejumlah atribut seperti spanduk bertuliskan tuntutan agar KPK segera menetapkan tersangka Indra Gunawan Eet dalam dugaan kasus korupsi proyek multiyear Pembangunan Jalan tahun 2013 - 2015 dan 2017 - 2019 di Kabupaten Bengkalis. Bahkan tampak juga poster yang bertuliskan Indra Gunawan Eet kebal hukum.

"Kami mahasiswa dan masyarakat yang tergabung di AMUK RIAU kecewa, sampai hari ini KPK belum juga menetapkan tersangka saudara Indra Gunawan Eet, padahal sudah lebih dari dua kali diperiksa oleh KPK, belum lagi sejumlah fakta persidangan juga mengarah kepada yang bersangkutan," ujar Wanson selaku Kordinator AMUK RIAU.

Massa juga menyampaikan jika KPK tak kunjung memeriksa kembali Indra Gunawan Eet, menunjukan bahwa mantan Ketua DPRD Riau tersebut terkesan kebal hukum dalam dugaan kasus korupsi proyek Multi Year Pembangunan Jalan tahun 2013-2015 dan Tahun 2017-2019 di Kabupaten Bengkalis, Riau.

"Kami lihat, KPK seperti tak bertaji, sudah berkali-kali Indra Gunawan Eet diperiksa, namun tak jelas statusnya, ini kan terkesan yang bersangkutan kebal hukum dalam dugaan kasus korupsi proyek multiyear tahun 2013-2015 dan tahun 2017-2019 di Kabupaten Bengkalis," ujar orator lainnya.

Desakan itu tertuang dalam beberapa poin tuntutan dalam aksi tersebut. Seperti mendesak KPK untuk menetapkan tersangka kepada Indra Gunawan Eet yang diduga menerima uang suap APBD "Ketuk Palu" Kabupaten Bengkalis TA 2012 untuk proyek multiyear Tahun 2013-2015.

Mereka juga meminta agar, KPK untuk segera menahan Indra Gunawan Eet yang diduga menerima uang proyek multiyear 2013-2015 dan 2017-2019. Lalu mendesak KPK mengusut tuntas dugaan aliran dana proyek multiyear Kabupaten Bengkalis untuk menjadikan Indra Gunawan Eet sebagai Ketua DPRD Provinsi Riau 2019-2024. Terakhir massa meminta KPK segera periksa kembali Indra Gunawan Eet, agar tidak ada kesan yang bersangkutan kebal hukum.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu juru bicara KPK Ali Fikri sempat mengatakan bahwa jika keterangan saksi dan diperkuat dengan alat bukti yang cukup, tidak menutup kemungkinan KPK akan kembali menetapkan tersangka baru saat digelarnya persidangan yang menghadirkan saksi-saksi untuk pembuktian terhadap dakwaan terdakwa Amril Mukminin.

"Apabila dari fakta-fakta dipersidangan nantinya ditemukan adanya setidaknya dua bukti permulaan yang cukup maka KPK tak segan menetapkan pihak-pihak lain tersebut sebagai tersangka," ujarnya kala itu.

Kala itu, Indra Gunawan Eet dipanggil sebagai salah satu saksi dalam perkara yang menyeret Amril Mukminin. (*1/ckp)



Berita Lainnya :
 
  • Karena Perjuangkan Tanah Ulayat, Majelis Sakai Riau Dukung Penuh KDI
  • Sempena Hari Guru, Jika Diberi Amanah KDI Tingkatkan Kesejahteraan Guru
  • Hampir Sebulan Dibawa Kabur Abang Iparnya, Pelajar SLTP Empat Kali Digenjot
  • Ini Manfaat Ubi Bagi Kesehatan Usus Hingga Penglihatan
  • Irjen Napoleon Bonaparte 'Seret' Nama Kabareskrim dan Azis Syamsuddin di Persidangan
  • KPK Minta Cakada Jujur Laporkan Sumbangan Kampanye
  • Menang 4-0, Barcelona Melenggang ke 16 Besar Liga Champions
  • Hari Ini, Gubernur Riau Terima DIPA dari Presiden Jokowi Secara Virtual
  • Calon Wali Kota Dumai Eko Suharjo Meninggal Setelah Sempat Positif Covid-19
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2020 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index