Sabtu, 23 Januari 2021
Follow:
 
Kejati Riau Periksa Setdakab Inhu Terkait Adanya Temuan BPK

ELFI | Hukrim
Senin, 23/11/2020 | 19:30:04 WIB

TERKAIT:
 
 
LIPO - Jaksa penyelidik Bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Indragiri Hulu (Inhu), Hendrizal, Senin (23/11/2020).  Ia diperiksa terkait terkait dugaan korupsi APBD Inhu tahun 2005 hingga 2009 senilai Rp114 miliar.

Asisten Pidsus Kejati Riau, Hilman Azazi, membenarkan adanya pemeriksaan itu kepada media. Dikatakannya, pemeriksaan terhadap Hendrizal merupakan pengembangan dari kasus yang membelit mantan Bupati Inhu, Raja Thamsir Rachman. 

"Ini pengembangan-pengembangan dari kasus Pak Thamsir," ujar Hilman Azazi.

Hilman mengatakan, pemanggilan Hendrizal masih dalam tahap klarifikasi. Menurutnya, jaksa penyelidik masih mengumpulkan bahan dan keterangan dari para pihak yang mengetahui tentang dana tersebut.

Hilman menyebutkan, berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Riau, masih ada kerugian negara yang yang belum dikembalikan. 

"Ada temuan-temuan BPK, itu yang kita cek," ucap Hilman.

Berdasarkan informasi, Hendrizal datang ke Kejati Riau didampingi Kepala Inspektorat Inhu, Boyke Sitinjak. Dia keluar dari ruang Pidsus Kejati Riau sekitar pukul 14.00 WIB.

Hendrizal sendiri saat dikonfirmasi berkaitan pemeriksaan tersebut, belum membalas pesan yang dikirimkan hingga berita ini diterbitkan.

Dalam kasus ini, Thamsir sudah divonis 8 tahun penjara oleh Mahkamah Agung RI. Selain penjara, MA juga menghukum membayar denda Rp200 juta atau subsider 3 bulan kurungan serta uang pengganti kerugian negara Rp28,8 miliar atau subsider 2 tahun kurungan.

Thamsir dinyatakan bersalah sesuai pasal 2 junto pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo pasal 55 KUHPidana.

Hukuman terhadap Thamsir lebih ringan 6 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, JPU menuntut Thamsir dengan penjara 14 tahun dan denda Rp500 juta atau subsider 6 bulan penjara.

JPU menuntut Thamsir membayar pengganti sebesar Rp45,1 miliar. Apabila tidak dibayar, diganti dengan kurungan 5 tahun dan 6 tahun penjara.

Dalam kasus ini, Thamsir diduga tidak bisa mempertanggungjawabkan dana kas bon daerah tahun 2005-2009 sebesar Rp114.662.203.509. Dana yang dikeluarkan itu, tanpa didukung dengan dokumen yang sah dan lengkap.

Dana ratusan miliar itu, tersebar di lima kelompok pengajuan pembayaran. Pertama, kas bon dari Sekdakab Inhu sebesar Rp46.577.403.000. Kedua, kasbon pimpinan dan sebagian anggota dewan DPRD Inhu sebesar Rp18.690.000.000. Ketiga, kasbon yang diajukan Sekretaris Dewan (Sekwan) dan Bendahara Sekwan Inhu sebesar Rp6.219.545.508.

Keempat, kas bon yang dibuat oleh pejabat SKPD Inhu untuk panjar pelaksanan kegiatan di SKPS senilai Rp19.681.461.972. Kelima, kasbon pihak ketiga atau rekanan, untuk panjar proyek termin sebanyak Rp23.493.793.029.

Permintaan kas bon itu dilakukan secara lisan selama empat tahun. Akibat perbuatan itu, negara dirugikan sebesar Rp45,1 miliar. (*1)



Berita Lainnya :
 
  • Kedapatan Jual Burung Betet, Oknum PNS Pemrov Diamankan Polda Riau
  • PT SRK Nunggak Pembayaran Upah Pekerja, Buruh Mogok Sambil Dirikan Tenda
  • Gagal Salurkan Hasrat di Dapur, Ternyata Buruh ini Telah Berulang Kali Cabuli Mawar
  • Getir Kehidupan Kakek Syafri Lansia berusia 86 Tahun Yang Terus Berjuang
  • Tahun Ini, Kementerian PUPR Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan Untuk 222.876 Unit
  • Bengkalis, Pelalawan dan Inhil Jadi Percontohan PLTS di Riau
  • Kementerian Perikanan Tetapkan 20 Jenis Ikan yang Dilindungi, Termasuk Arwana
  • Ketua Satgas Covid-19 Kebobolan Diserang Corona
  • Menikmati Pemandangan Kota Batam dari Barelang Bridge
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index