Sabtu, 23 Januari 2021
Follow:
 
Pagi Dijemput Polisi, Malam Harinya Ketua FPI Pekanbaru Dijadikan Tersangka

Elfi | Hukrim
Selasa, 24/11/2020 | 23:09:07 WIB
Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru, Husni Thamrin/int
TERKAIT:
 
 
LIPO - Dugaan upaya pembubaran terhadap aksi 45 organisasi lintas ormas dalam penolakan rencana kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Pekanbaru, Riau, yang dilakukan oleh Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru Husni Thamrin dan anggotanya, akhirnya berbuntut panjang.

Usai dijemput oleh pihak Kepolisian pada Selasa (24/11) pukul 04.00 WIB dini hari lalu, untuk dimintai keterangannya, Husni Thamrin dan anggotanya M Nur Fajril, ditetapkan sebagai tersangka. 

"Benar, keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan," ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Nandang Mu'min Wijaya seperti dilansir oleh katakabar.com.

Disebutkan Nandang, keduanya diperiksa akibat upaya membubarkan secara paksa saat adanya deklarasi 45 elemen Organisasi Kemasyarakatan saat menyampaikai aspirasinya, pada Senin (23/11/20) kemarin.

"Pembubaran yang mereka lakukan merampas hak-hak warga negara untuk berpendapat dan berkumpul di muka umum," tegas Nandang.

Nandang menjelaskan, bahwa Deklarasi 45 ormas tersebut telah mengantongi izin. 

"Mulai dari rekomendasi Satgas Covid-19, Surat Tanda Pemberitahuan (STP) Deklarasi serta memberitahu polisi untuk pengamanan kegiatan," jelas Nandang.

Dalam pendangan Nandang, apa yang dilakukan FPI tersebut telah melanggar undang-undang. Sebab, lanjutnya, setiap warga negara berhak dan bebas bersuara dan berpendapat di muka umum. 

"FPI malah membubarkan deklarasi 45 organisasi tersebut, lalu dilaporkan ke polosi," tambahnya.

Sebelumnya, 45 organisasi massa keagamaan yang ada di Kota Pekanbaru Riau, menyatakan sikap menolak rencana kedatangan Rizieq Syihab ke Riau.

Aksi penolakan itu digelar di depan kantor Gubernur Riau Jalan Jendral Sudirman Kota Pekanbaru, Senin (23/11/20).

Diantara 45 organisasi keagamaan itu, tampak Ketua Nahdlatul Ulama Provinsi Riau Rusli Ahmad dan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa se-Riau, Amir Harahap. 

Dalam keterangannya, mereka mengaku berasal dari berbagai organisasi lintas agama, seperti MUI Kota Pekanbaru, PWNU, Pemuda Pancasila, Kristen, Katolik, Kong Hu Cu serta BEM se-Riau.

Dalam orasinya, mereka menyampaikan dukungan kepada prajurit TNI-Polri menindak dengan tegas orang atau kelompok yang cenderung radikal yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. (*1)




Sumber: katakabar.com



Berita Lainnya :
 
  • Kedapatan Jual Burung Betet, Oknum PNS Pemrov Diamankan Polda Riau
  • PT SRK Nunggak Pembayaran Upah Pekerja, Buruh Mogok Sambil Dirikan Tenda
  • Gagal Salurkan Hasrat di Dapur, Ternyata Buruh ini Telah Berulang Kali Cabuli Mawar
  • Getir Kehidupan Kakek Syafri Lansia berusia 86 Tahun Yang Terus Berjuang
  • Tahun Ini, Kementerian PUPR Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan Untuk 222.876 Unit
  • Bengkalis, Pelalawan dan Inhil Jadi Percontohan PLTS di Riau
  • Kementerian Perikanan Tetapkan 20 Jenis Ikan yang Dilindungi, Termasuk Arwana
  • Ketua Satgas Covid-19 Kebobolan Diserang Corona
  • Menikmati Pemandangan Kota Batam dari Barelang Bridge
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index