Jumat, 14 Mei 2021
Follow:
 
Mulai Maret 2021 Sederet Mobil Baru Bakal Bebas PPnBM, Intip Jenis Mobilnya

ELFI | Otomotif
Jumat, 12/02/2021 | 20:06:34 WIB
ilustrasi/int
TERKAIT:
 
 
LIPO - Untuk meningkatkan pertumbuhan industri otomotif dengan TKDN kendaraan bermotor di atas 70 persen, Pemerintah Indonesia berencana memberlakukan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) mobil baru. Pembebasan PPnBM akan dilakukan secara bertahap selama 2021.

Dilansir Antara, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan insentif penurunan PPnBM untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan kurang dari 1.500 cc yaitu untuk kategori sedan dan 4x2 sebagaimana diusulkan Kemenperin.

Skenarionya adalah PPnBM sebesar 0% pada Maret-Mei, lalu PPnBM 50% pada Juni-Agustus, dan terakhir PPnBM sebesar 25% di akhir tahun September-November.

"Dengan skenario relaksasi PPnBM dilakukan secara bertahap, diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit," kata Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Dengan begitu, insentif untuk mobil baru tersebut bisa menjangkau model-model seperti Low MPV (Avanza, Xenia, Mobilio, Xpander Cross, Ertiga dkk), Low SUV (Terios, Rush, Xpander Cross, BR-V), dan sedan Toyota Vios. 

Akan tetapi, untuk LCGC (Ayla, Agya, Brio Satya, Calya, Sigra, dan Karimun Wagon R), tidak akan berdampak, lantaran mobil murah tersebut saat ini sudah mendapatkan keistimewaan PPnBM 0 persen, dan mulai Oktober 2021 LCGC akan kena PPnBM sebesar 3% dari sebelumnya 0%

Untuk diketahui, mobil (4x2) bawah 1.500 cc menyumbang angka hampir setengah penjualan. Berdasarkan data Wholesales, kontribusinya sebesar 213.146 unit atau sekitar 40,6 persen dari total penjualan tahun lalu.

Dikatakan Airlangga, pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif akan bisa membawa dampak luas bagi sektor industri lainnya di luar otomotif. Termasuk di antaranya industri bahan baku yang berkontribusi sekitar 59 persen dalam industri otomotif.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian mengusulkan relaksasi PPNBM kendaraan bermotor karena industri otomotif merupakan salah satu sektor manufaktur yang terkena dampak pandemi COVID-19 paling besar.

Dilanjutkan Airlangga, Industri pendukung otomotif menyumbang lapangan kerja bagi lebih dari 1,5 juta orang dan kontribusi PDB sebesar Rp700 triliun. (1*)


Sumber: Antara



Berita Lainnya :
 
  • Anies dan Zulkifli Hasan Bertemu Malam-malam, Bahas Apa?
  • 849 Napi Pekanbaru Dapat Remisi Idulfitri 1442 Hijriah
  • Polisi Tangkap Bandar Sabu Senilai 400 Miliar dari Jaringan Timur Tengah
  • Mulai 14 Mei, Sejumlah Destinasi Wisata di Sumbar Akan Ditutup
  • TNI Terlibat Baku Tembak dengan KKB, Dua Orang Tewas
  • Riau Kembali Tempati Peringkat Dua Kasus Positif Corona Secara Nasional
  • Total Suspek Covid-19 di Riau Mencapai 87.793 orang, Ribuan Orang Masih Jalani Isolasi
  • Narapidana di Riau Peroleh Remisi & Pembebasan dari Menkumham
  • Perkuat Daya Tahan Tubuh, Yuk Minum Wedang Jahe hingga Kayu Manis
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index