Jumat, 14 Mei 2021
Follow:
 
Pemerintah Mulai Bangun Hunian Tetap RISHA Bagi Korban Bencana Banjir di NTT

Elfi | Nasional
Senin, 03/05/2021 | 22:38:53 WIB
Foto: Humas Kementerian PUPR
TERKAIT:
 
 
LIPO - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan berbagai upaya dalam masa pemulihan kerusakan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya adalah segera melaksanakan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk merelokasi rumah para korban bencana ke lokasi yang lebih aman.

Kementerian PUPR akan membangun hunian tetap (huntap) bagi para korban dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). RISHA adalah teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat dengan menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya.

Salah satu lokasi yang akan dibangun huntap ini berada di Waisesa 1, Desa Tanjung Batu, Kabupaten Lembata. Kementerian PUPR telah melakukan pematokan seluas 4,3 hektare dari rencana total luas lahan yang akan dihibahkan sebesar 10 hektare. Pada lokasi ini akan dibangun 154 unit huntap.

Saat ini Kementerian PUPR tengah melakukan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan huntap Waisesa 1. Pembangunan mock up RISHA sejumlah 2 unit juga sedang dilaksanakan dan ditargetkan selesai dalam 2 minggu ke depan. Pembangunan 2 unit mock up RISHA juga akan dilaksanakan pada lokasi relokasi lainnya setelah pematokan lahan dan proses hibah dilakukan.

"Kami juga akan melakukan pengujian geolistrik untuk memastikan ketersediaan sumber air bersih pada lahan yang akan dibangun hunta bagi para korban bencana," ujar Ketua Satgas Penanganan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB) Widiarto.

Sebelumnya dikatakan Widiarto, Kementerian PUPR telah menghitung perkiraan kebutuhan biaya program pembangunan Rumah RISHA dalam rangka relokasi permukiman dengan keperluan anggaran tahun jamak sekitar Rp338 miliar yakni tahun anggaran 2021 sebesar Rp236 miliar dan tahun anggaran 2022 sebesar Rp102 miliar.

Kebutuhan anggaran tersebut dinyatakan Widiarto direncanakan untuk pembangunan sebanyak 1.000 unit RISHA, terdiri dari di Lembata sebanyak 700 unit dan Adonara sebanyak 300 unit. Di samping dua kawasan ini, Pemerintah Daerah mengusulkan empat lokasi tambahan untuk relokasi yaitu di Kabupaten Kupang sekitar 14 unit rumah, Kota Kupang sekitar 530 unit rumah , Kabupaten Alor sekitar 599 unit rumah, dan Kabupaten Rote Ndao sebanyak 153 unit rumah. (*1/***)



Berita Lainnya :
 
  • Anies dan Zulkifli Hasan Bertemu Malam-malam, Bahas Apa?
  • 849 Napi Pekanbaru Dapat Remisi Idulfitri 1442 Hijriah
  • Polisi Tangkap Bandar Sabu Senilai 400 Miliar dari Jaringan Timur Tengah
  • Mulai 14 Mei, Sejumlah Destinasi Wisata di Sumbar Akan Ditutup
  • TNI Terlibat Baku Tembak dengan KKB, Dua Orang Tewas
  • Riau Kembali Tempati Peringkat Dua Kasus Positif Corona Secara Nasional
  • Total Suspek Covid-19 di Riau Mencapai 87.793 orang, Ribuan Orang Masih Jalani Isolasi
  • Narapidana di Riau Peroleh Remisi & Pembebasan dari Menkumham
  • Perkuat Daya Tahan Tubuh, Yuk Minum Wedang Jahe hingga Kayu Manis
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index