Rabu, 28 Juli 2021
Follow:
 
Diduga Kuras Rekening Nasabah, Mantan Manager Bank BJB Pekanbaru Ditangkap Polisi

ELFI | Hukrim
Kamis, 24/06/2021 | 19:26:49 WIB

TERKAIT:
 
 
LIPO - Tim Polda Riau menangkap mantan manager Bank BJB Cabang Pekanbaru berinisial IOG. Ia diduga  membobol rekening nasabar sebesar Rp3,2 Miliar.

Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, korban mengetahui bahwa telah terjadi transaksi pencairan cek dari beberapa rekening giro perusahaan miliknya yang dilakukan tanpa seizin dan persetujuan dirinya. Korban pun membuat laporan ke Polda Riau.

"Atas dasar tersebut serangkaian kegiatan penyelidikan dilakukan, hingga kemudian menaikkan ke tingkat penyidikan. Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 22 saksi termasuk saksi ahli perbankan yaitu OJK," ucap Sunarto, Kamis (24/6/2021).

Dari keterangan saksi, bukti dokumen serta hasil pemeriksaan laboratorium forensik, penyidik menemukan fakta terjadinya transaksi 9 lembar cek yang mengakibatkan kerugian bagi nasabah.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, penyidik telah menetapkan 2 orang tersangka yakni IOG, yang merupakan mantan Manager Bisnis Komersial dan TDC selaku petugas Teller Bank BJB Cabang Pekanbaru.

"Tersangka TDC selaku Teller menuliskan dan menirukan tanda tangan nasabah pada cek atas perintah tersangka IOG untuk selanjutnya melakukan transaksi penarikan dari rekening Giro tanpa melakukan verifikasi yang menjadi syarat formil kelengkapan cek dan memberikan uang dari pencairan kepada IOG," ungkapnya.

Tersangka IOG sendiri ditangkap di Jakarta. Ia selaku mantan Manager Bisnis Komersial Bank BJB Pekanbaru yang telah diberhentikan pada bulan Maret 2019. Sedangkan tersangka TDC tidak dilakukan penahanan, dengan alasan tidak mendapatkan keuntungan dan hanya diperintahkan saja oleh IOG.

Tersangka sendiri diduga mengambil cek dari beberapa rekening milik perusahaan yang dimiliki korban berupa PT. Palem Gunung Raya sebesar Rp400 juta, CV. Fyat Motor sebesar Rp400,8 juta, CV. Putra Bungsu sebesar Rp150 juta dan CV. Rizki Pratama sebesar Rp2,250 miliar dengan total kerugian Rp3,200,8 Miliar.

Tersangka diduga memanfaatkan buku rekening korban yang diterimanya untuk melakukan transaksi pencairan cek dari beberapa rekening giro milik korban.

Sunarto mengimbau kepada masyarakat bahwa setiap pegawai Bank memiliki potensi untuk melakukan kejahatan Tipibank.

"Pegawai Bank memiliki potensi untuk melakukan pengambilan dari rekening giro nasabah tanpa seizin dan sepengetahuan nasabah. Oleh karena itu hati-hati dan waspada serta selalu cek rekening tabungan," pungkasnya.  (*2)




Berita Lainnya :
 
  • Buka Muscab PKB Rohul, Abdul Wahid Dipukau Anak Muda Milenial
  • Soal Vaksin, Jubir Satgas COVID-19 Riau Minta Daerah Bersabar
  • Harga TBS Sawit Tancap Gas Naik, Ini Daftar Harganya
  • Sinergi Telkomsel dan Gojek Terus Perkuat Produktivitas Mitra UMKM Hadapi Pandemi
  • Pemkab Siak Bersama PT RAPP Tandatangani MoU Program Desa Bebas Api
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index