Selasa, 21 September 2021
Follow:
 
Situs Setkab Diretas, Roy Suryo Sorot Kemenkominfo dan BSSN

elpi | Nasional
Senin, 02/08/2021 | 07:56:53 WIB
Ilustrasi/int
TERKAIT:
 
 
JAKARTA, LIPO - Pakar telematika, Roy Suryo, menyoroti kerap terjadinya peretasan kepada situs-situs resmi pemerintah. Terbaru, peretasan situs Sekretariat Kabinet (Setkab).

Menurutnya, insiden ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). "Kinerja instansi terkait pantas untuk dipertanyakan. Kominfo dan BSSN harus segera bertindak," ujar Roy Suryo lewat keterangan tertulisnya yang sudah dikonfirmasi, Ahad (1/8).

Warga mengakses aplikasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di perangkat telepon pintarnya di Bogor, Jawa Barat.

Ia mengatakan, pemerintah, terutama Kominfo dan BSSN, harus menjadikan peristiwa peretasan ini sebagai pembelajaran dan evaluasi terhadap keamanan siber. Apalagi sebelum ini, publik dikejutkan dengan adanya peretasan ribuan data nasabah dari kasus BPJS Kesehatan dan BRI Life.

"BSSN dan Kementerian Komunikasi dan Informasi agar lebih waspada terhadap serangan siber," ujat Roy Suryo.

Selain itu, ia mengatakan, peretasan situs Setkab dapat merugikan pemerintah pusat dan merusak citranya. Sebab, pembuatan sebuah situs resmi pemerintah memerlukan anggaran yang tidak sedikit.

"Kita tahu anggaran pembuatan situs ini tidaklah sedikit. Sudah seharusnya firewall yang dipakai itu harus di-update sehingga tidak mudah di-deface begitu saja," ujar Roy Suryo.

Diketahui Setkab.go.id diretas dengan mengubah tampilan web oleh hacker berinisial Zyy Ft Lutfifake Padang Blackhat. Situs yang semestinya berisi informasi terkait kegiatan Presiden Joko Widodo dan Kabinet Indonesia Maju itu hanya menampilkan foto demonstran yang tengah memegang Bendera Merah Putih saat aksi demonstrasi di Gedung Parlemen pada 2019.

Tidak hanya menampilkan gambar yang sempat viral di tahun 2019, peretas juga membubuhkan narasi yang menggambarkan kondisi di Indonesia. Dalam narasinya, peretas menyebut saat ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja, terjadi kekacauan di mana-mana. Kemudian peretas juga mempertanyakan keberadaan keadilan di tanah air.

"Kekacauan di mana-mana, Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Rakyat harus di rumah tanpa ada dispensasi dan kompensasi apa pun yang membuat rakyat Indonesia merasa stres dan depresi. Penguasa menikmati dunianya sendiri dengan gaji yang mengalir tiap hari. Di mana keadilan di negara ini. Pancasila," tulis peretas tersebut.(lipo*3/rol)



Berita Lainnya :
 
  • Bayar Parkir di Kawasan Protokol Pekanbaru Kini Pakai Scan Barcode. Begini Caranya
  • Telkomsel Berkolaborasi dengan Zoom Hadirkan Pengalaman Premium Interaksi Virtual yang Terjangkau
  • Waka Polres Kuansing Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Lancang Kuning 2021
  • Satreskrim Polres Siak Berhasil Ungkap Pelaku Penipuan Ratusan Juta
  • Lantik 37 Penjabat Penghulu, Ini Pesan Wabup Siak
  • Wabup Husni Merza Salurkan Bantuan Kebakaran
  • Diduga Korupsi Hibah Alat Kesehatan, Polda Riau Tahan Kadiskes Meranti
  • Jaga Ketat Bandara, Menhub Tak Ingin RI Kebobolan WNA Positif Covid-19
  • Tes SKD Calon ASN Kota Pekanbaru Akan Dilaksanakan Mulai 29 September di SKA CoEx
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index