Selasa, 21 September 2021
Follow:
 
Bupati Siak: Meski Dalam Suasana Pendemi, Program Siak Hijau Tetap Berjalan

ELFI | Siak
Rabu, 15/09/2021 | 00:04:19 WIB

TERKAIT:
 
 
SIAK, LIPO - Bupati Siak Alfedri tetap komitmen mewujudkan Kabupaten Siak Hijau. Komitmen ini mengutamakan nilai konservasi dan restorasi di lahan gambut sebagai tindak lanjut dari program Siak Hijau.

"Kabupaten Siak ini mempunyai nilai kekayaan gambut terbesar di Sumatra, tentu saja pengembangan kita ke depan terhadap restorasi lahan gambut ini," kata Alfedri, Selasa (14/9/2021).

Alfedri menjelaskan, 57 persen dari total wilayah kabupaten Siak merupakan lahan gambut. 21 persen dari total lahan gambut itu merupakan lahan gambut dengan kedalaman 5-12 meter.

"Salah satu fokus dari perwujudan visi lestari yang kami cantumkan dalam visi misi kami, yaitu fokus pada komoditas unggulan kabupaten serta upaya untuk mengatasi dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan," sambungnya

Sejak 2018 lalu kabupaten Siak telah bergabung menjadi anggota forum kolaborasi pembangunan berkelanjutan yaitu Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). Sejak itu Pemkab Siak melihatkan komitmennya secara nasional dalam menjaga kelestarian alam melalui deklarasi Siak Hijau.

'Kebijakan ini telah kita tuangkan ke dalam Peraturan Bupati nomor 22 tahun 2018 tentang inisiatif Siak Hijau yang berfokus pada konservasi, perkebunan, industri dan permukiman," ungkapnya

Lebih lanjut Alfedri menerangkan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam melalui deklarasi Siak Hijau. Meski saat ini masa pandemi Covid 19, tindak lanjut program Siak Hijau tetap diwujudkan.

"Perwujudan Siak Hijau pada masa pandemi Covid 19 ini tentu dengan berbagai inisiatif, seperti mendorong masyarakat kampung untuk memanfaatkan ekosistem lingkungan tanpa merusak lingkungan," kata Alfedri

Saat ini paradigma masyarakat Siak sudah berangsur berubah dari cara membuka lahan dengan bakar sekarang tanpa membakar. Kemudian memanfaatkan lahan kosong untuk tanaman pangan dan hortikultura.

"Lahan yang bisa dimanfaatkan untuk ekowisata juga mulai bermunculan. Seperti di kampung Dayun, masyarakat bersama pemerintahan kampungnya memanfaatkan embung untuk Karhutla menjadi destinasi, saat ini sangat berkembang," tutupnya

Diketahui, 57 persen total wilayah kabupaten Siak adalah wilayah gambut. Luas kawasan hutan alami 159,048 Ha atau 19 persen. (*11)




Berita Lainnya :
 
  • Bayar Parkir di Kawasan Protokol Pekanbaru Kini Pakai Scan Barcode. Begini Caranya
  • Telkomsel Berkolaborasi dengan Zoom Hadirkan Pengalaman Premium Interaksi Virtual yang Terjangkau
  • Waka Polres Kuansing Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Lancang Kuning 2021
  • Satreskrim Polres Siak Berhasil Ungkap Pelaku Penipuan Ratusan Juta
  • Lantik 37 Penjabat Penghulu, Ini Pesan Wabup Siak
  • Wabup Husni Merza Salurkan Bantuan Kebakaran
  • Diduga Korupsi Hibah Alat Kesehatan, Polda Riau Tahan Kadiskes Meranti
  • Jaga Ketat Bandara, Menhub Tak Ingin RI Kebobolan WNA Positif Covid-19
  • Tes SKD Calon ASN Kota Pekanbaru Akan Dilaksanakan Mulai 29 September di SKA CoEx
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index