Sabtu, 28 Mei 2022
Follow:
 
Pembebasan Lahan Tol Pekanbaru-Bangkinang Masih Terkendala Hutan Milik Negara

elpi | Daerah
Sabtu, 29/01/2022 | 12:17:52 WIB
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra ruas Pekanbaru-Padang. (Istimewa)

TERKAIT:
 
 
LIPO - Pemerintah telah menyelesaikan 95 persen pembebasan lahan milik masyarakat untuk pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang (Pekbang). Sementara, 5 persen yang tersisa belum bisa dibebaskan karena masih menunggu izin pembebasan kawasan hutan milik negara, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kepala Kanwil BPN/ATR Riau, M Syahrir mengatakan, dari 95 persen lahan yang telah dibebaskan, 69 persen telah dilakukan pembayaran. Sedangkan sisanya 30 persen, sudah bermusyawarah atau sudah ada kata sepakat untuk dilakukan pembayaran secara bertahap.

“Jalan tol sepanjang 40 kilometer saat ini sudah selesai pembebasan lahannya 95 persen. Semua masyarakat yang lahannya terkena pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang, 69 persennya sudah dibayarkan. Memang masih ada 20 persen lagi yang belum dibayarkan, tapi sudah musyawarah tinggal pembayaran,” jelas Syahrir, Jumat (28/1/2022).


Dijelaskan Syahrir, untuk pembebasan lahan di kawasaan hutan milik negara masih belum keluar izinnya, sehingga terputus pembangunan jalan tol di daerah Rimbo Panjang. Namun, ditargetkan pada Maret mendatang, jika tidak juga keluar izin Pembebasan lahan di kawasan hutan, maka pintuk masuk sementara ditetapkan di Sungai Pinang.

“Rencananyakan akan diresmikan Presiden pada Bulan Maret mendatang. Bisa saja nanti pintu masuk sementara tol Pekbang ini di Sungai Pinang, kalau tak dekat SPN sekarang dalam pembangunan. Total lahan yang belum clear itu sekitar 2,9 kilometer di Rimbo Panjang, sekitar 68 bidang,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Syahrir, dalam perjalanan pembebasan lahan jalan Tol Pekbang ini, banyak kendala yang dihadapi dengan masyarakat. Bahkan ada beberapa bidang lahan terpaksa harus masuk dalam ranah pengadilan, dan uang pembebasan lahan juga dititipkan di pengadailan Bangkinang.

“Lahan yang dikonsinyasi ada sekitar 88 bidang. Anggarannya sudah dititipkan di Pengadilan Bangkinang, tapi sekarang masyarakat sudah mulai mengambil anggarannya di Pengadilan. Mudah-mudahan masyarakat sudah mengambil semua,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov Riau bersama Kanwil ATR/BPN dan Kejati Riau, telah menyepakati pembebasan lahan milik masyarakat sepanjang 700 Meter yang belum diganti rugi, tepatnya di Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Dan kini menyisakan 2,9 kilometer lagi ruas jalan Pekanbaru-Bangkinang dari panjang tol 40 kilometer.(lipo*3/rmc)




Berita Lainnya :
 
  • Tim Tabur Kejaksaan Berhasil Menangkap Buronan Kasus Penggelapan di Jatim
  • Sederhana, Toleransi, Presiden Jokowi: Buya Syafii Maarif Sebagai Guru Bangsa
  • Diguyur Anggaran Ratusan Miliar, RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Diminta Tingkatkan Pelayanan
  • Gubri Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Meninggalnya Buya Syafii Maarif
  • GPMPPK Gelar Demo di Kejagung RI, Desak Kejaksaan Ungkap Kasus Dana Hibah Siak
  • Ikuti Bimtek & Studi Pengembangan Pengelolaan Desa Wisata, ini Harapan Alfedri
  • Ketua DPRD Kuansing Ajak Semua Warga Jadi Duta Wisata untuk Negeri Sendiri
  • Janji Tinggal Janji.... Mantan Honorer di Kuansing Riau Gembok Pagar Kantor Camat
  • Indonesia Berduka, Ulama Kharismatik Buya Syafii Maarif Dikabarkan Wafat
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index