Minggu, 3 Juli 2022
Follow:
 
Janji Tinggal Janji.... Mantan Honorer di Kuansing Riau Gembok Pagar Kantor Camat

Elfi | Daerah
Jumat, 27/05/2022 | 14:38:46 WIB
Ilustrasi/int
TERKAIT:
   
 
LIPO - Kantor Camat Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuansing, Riau, digembok salah satu warga. Akibatnya, pegawai kantor tidak bisa melakukan aktivitas pelayanan publik.

Camat Pucuk Rantau, Harjunaidi ketika dikonfirmasi liputanoke.com, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pagar kantor digambok baru diketahui Rabu (25/05/22) malam. 

"Benar, kejadian Rabu malam. Digembok selama satu hari," Jelas Camat Harjunaidi, pada Jumat (27/05/22). 

Aksi gembok pagar kantor Camat Pucuk Rantau dikatakannya, diduga dilakukan salah satu keluarga mantan honerer berinisial DRS yang kini masa kerjanya tidak lagi diperpanjang pihal Pemkab Kuansing. 

"Yang melakukan gembok suami dari DR," Kata Harjunaidi. 

Berdasarkan informasi yang diterima liputanoke.com, sejak 2012 DR menjadi tenaga honerer di Kantor Camat Pucuk Rantau. Namun, belakangan berdasarkan SK yang dikeluarkan pada Mei 2022, DR tidak lagi tercatat sebagai Honorer. 

Padahal jauh sebelumnya, disepakati bahwa pihak Pemkab Kuansing akan merekrut keluarga (anak) penghibah tanah untuk kantor Camat Pucuk Rantau sebagai tenaga honorer. Camat pun tidak menampik kabar tersebut. Akan tetapi, Ia sendiri tidak mengetahui kesepakatan yang telah dibuat tersebut karena bukan disaat dirinya menjabat. 

"Ceritanya dulu ada kesepakatan seperti itu, Saya sendiri tidak mengetahui, karena tidak saya camatnya saat itu," Kata Harjunaidi yang mengaku baru tiga tahun menjabat sebagai camat. 

Disebutkan Camat, kejadian itu secara administrasi sudah dilaporkan keatasannya secara tertulis. 

"Ini saya mau membahas persoalan itu kembali dengan atasan, kemaren secara tertulis sudah dilaporkan, kita sedang melakukan upaya mediasi," Kata Harjunaidi. 

Dari informasi yang diperoleh, Saudari  DRS adalah anak dari keluarga penghibah tanah untuk lahan Kantor Camat Pucuk Rantau. Konon kabarnya, dalam kesepakatan, pihak Pemkab Kuansing menyepakati akan merekrut anak penghibah tanah sebagai tenaga honorer. 

Namun, dimasa Plt Bupati Suhardiman Amby, nama DRS tidak lagi tercantum dalam daftar SK sebagai Honorer. 

Tidak terima merasa kesepakatan diingkari, salah satu anggota keluarga penghibah tanah melakukan aksi gembok sehingga beberapa saat aktivitas pelayanan publik terganggu. (*1) 




Berita Lainnya :
 
  • Ratusan Anak Riau Lulus Masuk Bintara Polri, 11 Calon Taruna Akpol Masih Harus Berkompetisi di Semarang
  • Kejuaraan Menembak Jaksa Agung Berjalan Sukses, Ini Juaranya
  • Bikin Ibu-ibu Berteriak, Harga Cabai di Pekanbaru Riau Masih Bertahan di Harga Rp140 Ribu Per Kilo
  • Dituding Lari dari Tanggungjawab, Plt Bupati Kuansing: Guru PPPK Jangan Dipolitisasi
  • Lowongan CPNS 2022 Segera Dibuka, Mahfud: Diprioritaskan untuk Guru
  • Oknum Pejabat Diduga Babat Hutan Lindung, Gubri Minta Diusut Tuntas
  • Hadiri GSSB di Masjid Raya Arrahman, Wagubri : Pemimpin Akan Bertanggungjawab Atas Kepemimpinannya
  • Ikuti PeSONas Tahun 2022, Kadispora Riau Resmi Lepas 157 Kontingen SOIna
  • DPRD Riau Kawal Peralihan Guru Honorer ke PPPK
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index