Minggu, 3 Juli 2022
Follow:
 
Diguyur Anggaran Ratusan Miliar, RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Diminta Tingkatkan Pelayanan

Elfi | Daerah
Jumat, 27/05/2022 | 18:23:03 WIB
Ilustrasi/int
TERKAIT:
   
 
PEKANBARU, LIPO - Di usianya yang ke 46 tahun, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru, Riau, diminta melakukan perubahan total dalam pelayanan kepada masyarakat. Apalagi rumah sakit plat merah itu, mendapat gelontaran dana ratusan miliar setiap tahunnya.

Anggota Komisi V DPRD Riau, Sugianto kepada awak media, Jumat (27/5/2022) mengatakan, RSUD Arifin Achmad yang merupakan rumah sakit milik pemerintah seharusnya meningkatkan pelayanan dan tak mengabaikan masyarakat.

Apalagi, kata Politisi PKB ini, saat ini sudah memasuki zaman era teknologi, sehingga apa yang dilakukan pihak RSUD bisa cepat diketahui oleh semua pihak. Sehingga, RSUD tak boleh main-main dalam melayani.

Komisi V sendiri sudah pernah memanggil RSUD beberapa hari yang lalu, dan mereka berjanji akan memaksimalkan pelayanan, apalagi anggaran yang diberikan untuk mereka mencapai setengah triliun. 

"Makanya, kita tekankan ke mereka, supaya uang rakyat yang dianggarkan disana bisa dirasakan rakyat. Mereka juga, katanya sedang membuat sistem pengaduan bagi masyarakat yang punya keluhan," kata Sugianto, Jumat (27/5/2022).

Sebagai orang yang pernah mengalami pengalaman yang tidak mengenakan pdi RSUD, Sugianto pun merinci beberapa kebobrokan RSUD Arifin Achmad, dan dia memastikan dirinya dan anggota Komisi V lainnya akan mengawasi ketat pelayanan disana, agar tak terulang lagi.

"Saya yang anggota dewan saja diperlakukan begitu, apalagi masyarakat biasa," tegasnya.

Untuk itu, dia mendesak agar ada perubahan sistem dan juga peningkatan SDM, dimana dia menilai masih banyak SDM-SDM yang tak mumpuni di dalam sistem kerja rumah sakit.

Sugianto menilai, SDM yang ada disana cenderung bersikap seperti pegawai biasa yang 'menengok jam', dan tidak sepenuh hati dalam memberi pelayanan. 

"Harusnya mereka memahami prinsip melayani masyarakat sepenuh hati. Itu harus diperhatikan," tambahnya. 

Lebih jauh, terkait transparansi dana di RSUD, Komisi V masih menunggu laporan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD. Karena dengan BLUD ini, mereka memiliki kewenangan dalam mengelola dana.

"Kita akan lihat neraca BLUD-nya, berapa sebenarnya uang masuk mereka, berapa utang mereka, biar kita tahu semua. Jadi, kita tunggu BLUD mereka ini," tutupnya. ***



Berita Lainnya :
 
  • Ratusan Anak Riau Lulus Masuk Bintara Polri, 11 Calon Taruna Akpol Masih Harus Berkompetisi di Semarang
  • Kejuaraan Menembak Jaksa Agung Berjalan Sukses, Ini Juaranya
  • Bikin Ibu-ibu Berteriak, Harga Cabai di Pekanbaru Riau Masih Bertahan di Harga Rp140 Ribu Per Kilo
  • Dituding Lari dari Tanggungjawab, Plt Bupati Kuansing: Guru PPPK Jangan Dipolitisasi
  • Lowongan CPNS 2022 Segera Dibuka, Mahfud: Diprioritaskan untuk Guru
  • Oknum Pejabat Diduga Babat Hutan Lindung, Gubri Minta Diusut Tuntas
  • Hadiri GSSB di Masjid Raya Arrahman, Wagubri : Pemimpin Akan Bertanggungjawab Atas Kepemimpinannya
  • Ikuti PeSONas Tahun 2022, Kadispora Riau Resmi Lepas 157 Kontingen SOIna
  • DPRD Riau Kawal Peralihan Guru Honorer ke PPPK
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index