PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menargetkan pembangunan Flyover Simpang Garuda Sakti, pada tahun 2027 mendatang. Untuk pembangunan fisik flyover akan dibangun Kementerian PU. Sedangkan untuk pembebasan lahan Pemprov Riau telah menyiapkan anggaran pada tahun 2026.
Proyek ini bertujuan mengurangi kemacetan di Jalan Soebrantas, yang merupakan jalur utama penghubung antar wilayah. Flyover ini akan dibangun di dua kecamatan, yaitu Binawidya dan Tuah Madani.
"Kita tahun ini siapkan anggaran untuk kegiatan pembebasan lahan Flyover Simpang Panam Pekanbaru," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto, Selasa (13/1/2026).
Plt Gubri mengatakan, jika Detail Engineering Design (DED) pembangunan Flyover Simpang Panam tersebut telah dibuat oleh Kementerian PU. Hanya saja pembangunan belum bisa dilakukan karena persoalan pembebasan lahan belum kelar.
"DED Flyover Simpang Panam sudah selesai dibuat Kementerian PU. InsyaAllah awal tahun 2027 dilakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) dan selesai tahun 2027," ujarnya.
Dikarenakan pembangunan flyover akan dimulai awal tahun 2027, lanjut Plt Gubri, maka tahun 2026 ini Pemprov Riau akan mulai melakukan pembebasan lahan flyover.
"Memang kita minta kemarin agar DED nya ada sedikit perubahan. Jadi tidak perlu panjang-panjang elevasinya, karena kalau terlalu panjang dampaknya butuh lahan panjang dan biaya pembebasan lahannya juga cukup besar," sebutnya.
Karena itu, Plt Gubri juga meminta Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau membentuk tim khusus untuk percepatan pembebasan lahan dengan melibatkan instansi terkait.*****