Jakarta, LIPO - Puasa wajib Ramadan jadi momen yang ditunggu-tunggu umat Islam. Pada bulan suci ini, banyak keutamaan yang bisa diraih muslim.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang berpuasa Ramadan karena didorong oleh keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah, maka diampunkanlah untuknya dosa-dosanya yang terdahulu." (Muttafaq 'alaih)
Setiap tahun, penanggalan 1 Ramadan selalu berubah-ubah jika dikonversi ke kalender Masehi. Pemerintah Indonesia biasa menetapkan awal puasa lewat metode hisab (perhitungan) atau rukyat (pengamatan hilal).
Tahun ini, Ramadan bertepatan dengan 1447 Hijriah. Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag), Syaban 1447 H berakhir pada Rabu, 18 Februari 2026 dan Ramadan 1447 H akan jatuh pada hari berikutnya.
Pemerintah belum menetapkan secara resmi kapan 1 Ramadan 1447 H berlangsung. Namun, mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026, 1 Ramadan diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Meski begitu, penetapan resminya masih harus menunggu keputusan sidang isbat. Biasanya, sidang digelar pada 29 Syaban.
Pemerintah Indonesia menggunakan metode rukyatul hilal untuk menetapkan awal bulan Hijriah. Hasil pengamatan dari metode ini dibahas dalam sidang isbat yang melibatkan ulama, ahli falak serta instansi terkait.
Nantinya, keputusan yang diambil berlaku secara nasional bagi umat Islam Indonesia. Jika hilal tidak terlihat, bulan Syaban bisa digenapkan menjadi 30 hari.
Jadwal Puasa Ramadan 2026
1. Jadwal Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H bertepatan dengan Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini merujuk pada perhitungan hisab hakiki serta acuan Kalender Global Tunggal (KHGT) tanpa menunggu pengamatan hilal.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab yang memperhitungkan ijtima' (konjungsi) bulan dan matahari serta posisi bulan secara global. Melalui pendekatan ini, awal Ramadan, Syawal serta Zulhijah ditentukan tanpa bergantung rukyatul hilal.
2. Jadwal Puasa Ramadan 2026 Versi Nahdlatul Ulama
NU belum mengumumkan secara resmi kapan 1 Ramadan 1447 H berlangsung. Sebab, ormas Islam ini menunggu hasil pemantauan hilal pada akhir Syaban.
Namun, mengacu pada kalender Almanak NU tertulis 1 Ramadan 1447 H kemungkinan berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026. Dalam kaitannya, NU menggunakan metode hisab imkanur rukyat yaitu perpaduan antara perhitungan astronomi dan pengamatan hilal secara langsung (rukyatul hilal) pada akhir Syaban.
Hitung Mundur Puasa Ramadan 2026
Jika dihitung mundur berdasarkan prediksi dari kalender resmi Kemenag RI, maka puasa Ramadan 2026 akan tiba dalam 24 hari lagi atau kurang dari sebulan. Perlu diingat, hitung mundur ini bisa saja berubah bila pemerintah sudah menetapkan secara resmi awal puasa 2026 lewat sidang isbat.
Sementara itu, hitung mundur puasa Ramadan 2026 versi Muhammadiyah berarti 23 hari lagi. Perhitungan ini berbeda sehari dengan pemerintah.
Adapun, hitung mundur puasa Ramadan 2026 versi NU sama dengan pemerintah yaitu 24 hari lagi. Sebab, NU baru akan melakukan pengamatan pada akhir Syaban.(***)