Tegas! Pemprov Riau Bakal Sanksi Sekolah Gelar Perpisahan Mewah di Hotel

Tegas! Pemprov Riau Bakal Sanksi Sekolah Gelar Perpisahan Mewah di Hotel
Plt Gubri SF Hariyanto/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, menyatakan, bakal menjatuhkan sanksi bagi SMA/SMK negeri dan SLB yang menggelar acara perpisahan secara mewah di hotel. Sebab katanya, acara yang digelar secara mewah di hotel akan membebankan orang tua. 

"Kita minta sekolah untuk menggelar perpisahan di sekolah saja. Jangan lagi menambah beban orang tua," kata SF Hariyanto, Kamis (16/4/2026).

Dikatakan SF Hariyanto, pihaknya juga akan memanggil pihak sekolah yang tidak mengikuti aturan tersebut.

"Kita sudah siapkan sanksi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya mengatakan, pihaknya selama ini menerima banyak keluhan dari orang tua terkait iuran perpisahan yang dinilai memberatkan, terutama jika kegiatan dilaksanakan di hotel dengan berbagai kebutuhan tambahan.

Ia menilai, pelaksanaan perpisahan di lingkungan sekolah justru lebih memiliki nilai emosional dan kedekatan bagi siswa.

Erisman juga mencontohkan kegiatan di SMA Plus yang digelar di halaman sekolah dan berlangsung dengan suasana yang tetap khidmat.

“Kemarin saya sempat hadir di SMA Plus, perpisahannya dilakukan di halaman sekolah. Suasananya sangat baik, tertib, dan tetap terasa sakral. Ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan di hotel umumnya memicu biaya tinggi karena adanya sewa tempat, konsumsi, hingga dekorasi yang akhirnya dibebankan kepada orang tua melalui iuran.

“Banyak orang tua sebenarnya merasa keberatan, tapi memilih tidak menyampaikan secara terbuka karena tidak ingin terjadi polemik dengan sekolah atau komite,” ungkapnya.

Disdik Riau menilai, perpisahan tidak harus identik dengan kemewahan. Justru, konsep sederhana di sekolah diharapkan dapat membentuk karakter siswa agar tidak terbiasa dengan gaya hidup berlebihan.

Ia berharap seluruh kepala sekolah, komite, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dapat mendukung kebijakan tersebut demi kepentingan bersama.

“Jangan sampai kegiatan tambahan seperti perpisahan justru menjadi beban bagi orang tua siswa,” tegasnya. *****

 

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Sekolah

Index

Berita Lainnya

Index