Terlalu Lama Menunggu, Ayat Cahyadi Minta Pelayanan Transmetro Listrik Dievaluasi

Terlalu Lama Menunggu, Ayat Cahyadi Minta Pelayanan Transmetro Listrik Dievaluasi
Ayat Cahyadi/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru, Ayat Cahyadi, menilai kehadiran bus listrik Transmetro Pekanbaru merupakan langkah positif dan inovatif dari Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan pelayanan transportasi publik.

Menurut Ayat, program tersebut patut diapresiasi karena dapat menjadi solusi mengurangi kemacetan sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal.

“Bagus ya, ini menjadi salah satu inovasi dari Pak Wali. Kehadiran bus listrik ini tentu kita apresiasi,” ujar Ayat, Sabtu 23 Mei 2026.

Namun demikian, Ayat menilai masih ada persoalan yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah kota Pekanbaru, khususnya terkait lamanya waktu tunggu bus di sejumlah trayek.

Ia mengatakan, masyarakat akan enggan menggunakan transportasi umum apabila harus menunggu terlalu lama di halte maupun titik pemberhentian.

“Yang perlu dievaluasi itu waktu tunggunya jangan terlalu lama. Kalau lama, orang malas juga pakai bus,” katanya.

Politisi PKS tersebut meminta Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Transmetro yang sudah berjalan saat ini, termasuk tingkat keterisian penumpang pada setiap trayek.

Menurutnya, evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui efektivitas layanan serta menentukan trayek mana yang membutuhkan penambahan armada.

“Coba dievaluasi bus-bus yang sudah ada ini, berapa banyak penumpangnya, berapa persen keterisian kursinya. Kenapa rendah? Padahal bus ini salah satu solusi untuk mengurai kemacetan,” jelasnya.

Ayat menilai, jika masyarakat mulai beralih menggunakan transportasi massal, maka penggunaan kendaraan pribadi akan berkurang sehingga dapat membantu mengatasi kemacetan dan penghematan energi.

Ia juga menyarankan agar penambahan armada bus listrik difokuskan pada trayek yang padat penumpang agar frekuensi kedatangan bus menjadi lebih cepat.

“Mungkin di trayek yang memang padat itu saja yang diperbanyak, sehingga orang tidak lama menunggu dan cepat sampai ke tujuan,” ujarnya.

Sebagai contoh, kata Ayat masyarakat yang ingin bepergian dari Pasar Pusat menuju kawasan DPRD atau Pandau. Menurutnya, apabila bus datang terlambat hingga 15 menit atau lebih, masyarakat akhirnya memilih menggunakan kendaraan pribadi.

“Kalau orang sudah janji jam 9, tapi bus tak datang-datang, akhirnya orang memilih bawa motor sendiri,” katanya.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Bus

Index

Berita Lainnya

Index