PEKANBARU, LIPO - Setelah sempat diliburkan akibat kabut asap, Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk SD dan SMP mulai Senin (19/10/2026) hari ini.
Kepastian itu disampaikan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, saat meninjau langsung proses belajar di SDN 36 dan SMPN 4 Pekanbaru. Dalam kunjungan tersebut, ia membagikan masker dan vitamin C kepada para siswa.
Markarius menyebut keputusan PTM diambil setelah evaluasi bersama BMKG, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, Disdik, dan OPD terkait. Hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara membaik, dengan konsentrasi PM2.5 turun di bawah 100.
"Alhamdulillah, dari evaluasi kita kemarin bersama BMKG, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan OPD terkait lainnya, kita putuskan hari ini anak-anak sudah bisa belajar tatap muka karena pengukuran PM2.5 mulai membaik, di bawah 100," kata Markarius.
Ia merinci, sehari sebelumnya PM2.5 masih di bawah 100, dan pada Senin pagi terpantau di angka 80 hingga 70 di sejumlah titik.
Meski PTM kembali dibuka, pembatasan ketat tetap berlaku. Seluruh aktivitas di luar ruangan ditiadakan, termasuk upacara bendera. Kegiatan mengaji yang biasanya di luar kelas juga dipindahkan ke dalam ruangan.
Siswa juga diwajibkan memakai masker sejak berangkat dari rumah. Masker boleh dilepas saat belajar di dalam kelas jika kondisi memungkinkan, namun wajib dipakai kembali saat berada di luar ruangan.
"Kita tetap melakukan pembatasan. Tidak ada kegiatan di luar ruangan, upacara ditiadakan, dan kegiatan mengaji yang sebelumnya di luar dipindahkan ke dalam kelas. Anak-anak juga wajib memakai masker dari rumah," tegasnya.
Selain protokol masker, Pemko juga memberi perhatian pada daya tahan tubuh siswa. Pembagian vitamin C di sekolah-sekolah disebut baru bersifat stimulan atau pemicu awal.
Selanjutnya, Pemko akan menginstruksikan sekolah untuk menghimbau orang tua agar melengkapi kebutuhan vitamin anak, terutama vitamin C dan D, serta memastikan asupan makanan bergizi selama PTM terbatas.
"Ini sifatnya stimulan saja. Nanti kita instruksikan seluruh sekolah menginformasikan kepada wali murid agar memberikan vitamin C dan vitamin D untuk anak-anak," ucapnya.
Menurutnya, asupan vitamin penting karena tidak semua anak menyukai sayur dan buah, sehingga kebutuhan nutrisi harian berpotensi tidak terpenuhi saat harus beraktivitas di tengah sisa paparan asap.*****