Cegah Karhutla Terulang, Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan Lahan Gambut

Cegah Karhutla Terulang, Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan Lahan Gambut
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota Pekanbaru meningkatkan pengawasan di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama lahan gambut. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kebakaran di wilayah Kota Pekanbaru.

Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin menegaskan, Pemko terus menggencarkan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Imbauan tersebut disebarluaskan secara masif melalui OPD teknis, hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan, dengan menggandeng TNI dan Polri.

"Jadi kita selalu menginformasikan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama lahan gambut," ujar Zulhelmi Arifin yang akrab disapa Ami, Jumat (6/11/2026).

Belajar dari Kasus Jalan Pemuda

Menurut Ami, pengawasan lahan gambut harus menjadi perhatian serius. Pasalnya, masih banyak lahan gambut yang tersebar di sejumlah wilayah Pekanbaru dan penanganannya jauh lebih sulit.

Ia mencontohkan kasus kebakaran di Jalan Pemuda beberapa waktu lalu. Meski luas lahan yang terbakar hanya sekitar 2.000 meter persegi, petugas membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk memadamkannya.

"Salah satu contoh kemarin di Jalan Pemuda, itu tiga hari kita padamkan. Lahan yang terbakar tidak luas, sekitar 2.000-an meter, tetapi karena gambut, itu tiga hari kita melakukan pemadaman," ungkapnya.

Karakteristik lahan gambut, kata Ami, membuat api tidak hanya membakar di permukaan, tapi juga merambat dan bertahan di bawah tanah. Sehingga pemadaman tidak bisa selesai dalam sehari dan butuh sumber daya besar untuk proses pendinginan agar api benar-benar padam.

"Jadi kalau lahan gambut ini terbakar, itu tidak cukup satu hari melakukan pemadaman. Itu butuh banyak sumber daya untuk memadamkan dan mendinginkan," jelasnya.

Jangan Anggap Sepele Bakar Sampah

Selain larangan membuka lahan dengan dibakar, Pemko juga menyoroti kebiasaan warga membakar sampah sembarangan.

Ami mengingatkan, aktivitas yang sering dianggap sepele itu justru menjadi pemicu karhutla yang paling sering terjadi, terutama jika dilakukan di dekat lahan kosong.

"Kadang hal-hal yang tidak disengaja seperti membakar sampah, itu bisa mengakibatkan terjadinya kebakaran lahan. Maka kita imbau juga agar masyarakat tidak membakar sampah," pungkasnya.****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Karhutla

Index

Berita Lainnya

Index