PEKANBARU, LIPO - Program-program Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Hal itu mengemuka saat Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri menggelar reses di Jalan Kelapa Sawit Gang Fauza, Kecamatan Bukit Raya, Jumat (6/11/2026).
Dalam dialog dengan warga, mayoritas menyampaikan apresiasi. Mulai dari perbaikan jalan yang masif, program seragam sekolah gratis, hingga penanganan banjir dan layanan kesehatan.
"Jalan yang sebelumnya rusak sekarang sudah banyak yang mulus. Memang ada juga yang mengeluh setelah jalannya bagus banyak kendaraan yang kencang, tetapi itulah dinamika di tengah masyarakat," ujar Azwendi.
Politisi Partai Demokrat itu bahkan memberikan testimoni khusus. Selama 17 tahun duduk sebagai anggota DPRD Pekanbaru, ia baru kali ini merasakan kehadiran kepala daerah yang begitu dekat dengan warga.
"Sudah 17 tahun saya menjadi anggota DPRD, dan baru sekarang saya merasakan wali kota dan wakil wali kota benar-benar hadir untuk masyarakat," tegasnya.
Selain infrastruktur, Azwendi menyoroti program bantuan seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP. Menurutnya, ini adalah jawaban atas keluhan klasik yang selalu ia temui saat reses.
"Setiap selesai reses, selalu ada warga yang menyampaikan, Pak, kami tidak sanggup membeli seragam sekolah. Alhamdulillah, Pak Agung menghadirkan solusi," jelasnya.
Tak kalah penting, Pemko juga menyiapkan bantuan bagi siswa kurang mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri dan terpaksa masuk swasta. Beban biaya hingga tunggakan jutaan rupiah dan ijazah tertahan menjadi perhatian.
Azwendi menyebut, warga cukup melapor melalui kelurahan dan kecamatan. Pemko akan melakukan verifikasi untuk membantu, termasuk menebus ijazah yang ditahan sekolah.
Isu banjir juga mencuat dalam reses tersebut. Azwendi mengakui penanganannya tidak instan. Saat ini Pemko fokus pada normalisasi dan pengerukan saluran air dari hulu hingga ke Sungai Kuantan, plus rencana pembangunan jalan arteri.
"Penanganan banjir ini dilakukan secara bertahap. Harapannya, aliran air menjadi lebih lancar sehingga genangan bisa lebih cepat surut," katanya.
Di bidang kesehatan, ia menyosialisasikan program Universal Health Coverage (UHC), bantuan pelunasan tunggakan BPJS Kesehatan bagi warga yang memenuhi syarat, serta layanan ambulans gratis.
Pada kesempatan itu, Azwendi juga meluruskan miskonsepsi soal program pembangunan berbasis RW yang kerap dianggap sebagai bagi-bagi uang tunai Rp100 juta per RW.
Ia menegaskan, bukan uang tunai yang diserahkan ke pengurus RW, melainkan program pembangunan yang anggarannya disediakan Pemko dan penggunaannya dimusyawarahkan warga di tingkat RW.
"Bisa untuk posyandu, drainase, atau jalan lingkungan. Jadi apa yang dibangun itu hasil musyawarah, bukan bagi uang," terangnya.
Untuk RW 3 di lokasi reses, ia telah mengusulkan pembangunan posyandu. Selain itu, ada hibah tanah dari tiga warga untuk akses jalan di Gang Semangka menuju Masjid Al Fattah sepanjang 98 meter dengan lebar 3,5 meter yang diusulkan untuk disemenisasi.
Azwendi berharap semua aspirasi yang terjaring bisa diperjuangkan sesuai kewenangan pemerintah daerah.
"Yang terpenting, kebutuhan masyarakat dibicarakan bersama. Program pemerintah harus benar-benar diarahkan untuk pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga," tutupnya.*****