PEKANBARU, LIPO – Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mendorong Universitas Islam Riau (UIR) untuk tidak sekedar mengejar jumlah mahasiswa baru. Ia meminta kampus tersebut fokus mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, dan mampu bersaing hingga ke tingkat nasional.
Pesan itu disampaikan Hariyanto saat menerima audiensi Rektor UIR Admiral di Ruang Transit Balai Pauh Janggi, Pekanbaru, Jumat (6/11/2026).
Menurut Hariyanto, ukuran keberhasilan perguruan tinggi bukan lagi soal berapa banyak mahasiswa yang masuk, melainkan berapa banyak yang berhasil menjadi SDM unggul dan berprestasi.
"Yang perlu kita pikirkan bukan hanya berapa banyak mahasiswa yang masuk, tetapi berapa banyak yang berhasil menjadi orang yang memiliki kemampuan dan prestasi. Saya berharap anak-anak Riau, khususnya lulusan UIR, bisa memiliki kesempatan untuk berkiprah di kementerian maupun lembaga nasional," kata Hariyanto.
Ia juga menekankan pentingnya pembekalan praktis bagi mahasiswa, salah satunya latihan menghadapi seleksi berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT). Menurutnya, banyak lulusan daerah yang gagal bersaing bukan karena kurang pintar, tetapi karena kurang siap menghadapi sistem seleksi.
"Adik-adik kita harus dibekali dengan kemampuan yang cukup, termasuk latihan menghadapi tes dan seleksi seperti CAT. Jangan sampai setelah tamat mereka justru kesulitan bersaing, padahal kita ingin anak-anak Riau juga bisa duduk di posisi penting di tingkat pusat," ujarnya.
Sebagai alumni UIR, Hariyanto mengaku bangga dengan almamaternya. Ia menyebut UIR berperan besar dalam perjalanan kariernya hingga menjadi Plt Gubernur Riau. Pengalaman itu, kata dia, harus menjadi motivasi bagi mahasiswa saat ini untuk berani mengambil peluang yang lebih luas.
"Saya bangga menjadi bagian dari UIR, karena tanpa UIR mungkin perjalanan saya tidak akan sampai seperti sekarang. Saya ingin adik-adik mahasiswa juga punya semangat dan keyakinan bahwa mereka bisa meraih kesempatan yang lebih luas," tuturnya.
Selain soal kualitas lulusan, Hariyanto juga membuka ruang dialog dengan mahasiswa. Ia mempersilahkan mahasiswa menyampaikan aspirasi maupun persoalan pendidikan secara langsung kepada pemerintah daerah.
"Saya selalu membuka ruang untuk berdiskusi dan menerima masukan dari adik-adik mahasiswa. Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama, sampaikan apa yang menjadi masalah, sehingga pemerintah bisa menjelaskan dan mencari jalan keluarnya," jelasnya.
Sementara itu, Rektor UIR Admiral memaparkan perkembangan kampus yang tahun ini genap berusia 64 tahun. UIR kini masuk dalam pemeringkatan QS Ranking Asia Tenggara dan Asia.
Dari total 54 program studi yang dimiliki UIR, sebanyak 20 prodi telah meraih akreditasi unggul. Capaian itu disebut menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
"Kami juga menyampaikan perkembangan UIR setelah 64 tahun berdiri, termasuk capaian dalam QS Ranking Asia Tenggara dan Asia. Saat ini, 20 dari 54 program studi kami telah berakreditasi unggul, dan tentu capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan," ungkap Admiral.
Admiral juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Riau, terutama bantuan beasiswa bagi mahasiswa UIR. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kampus terus terjaga agar akses pendidikan tinggi semakin luas bagi generasi muda Riau.
"Kami menyampaikan terima kasih atas berbagai dukungan Pemerintah Provinsi Riau, terutama bantuan beasiswa bagi mahasiswa UIR. Kami berharap sinergi ini terus terjaga sehingga semakin banyak generasi muda yang mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi," tutupnya.*****