PEKANBARU, LIPO – Kepolisian akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kematian Firman, seorang pemuda yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Letjen S. Parman, Kota Pekanbaru, pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Kapolsek Limapuluh, Kompol Asian Sihombing, menegaskan bahwa korban tidak meninggal dunia akibat pengeroyokan, seperti informasi yang sempat beredar luas di masyarakat dan media sosial.
“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan adanya peristiwa pengeroyokan atau penganiayaan terhadap korban,” ujar Kompol Asian dalam keterangan video berdurasi 2 menit 13 detik yang diunggah akun resmi Instagram @satrekrim_polrestapku, Selasa (20/1/2026) malam.
Asian menjelaskan, peristiwa bermula ketika Firman bersama dua rekannya berkendara dengan posisi bonceng tiga. Sebelumnya, korban dan teman-temannya diduga melakukan pengrusakan di sebuah warung yang berada di Jalan Hangtuah.
“Dari bukti digital yang kami kumpulkan, korban bersama beberapa temannya sempat mendatangi warung di Jalan Hangtuah dan terjadi pengrusakan terhadap beberapa sepeda motor,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, masyarakat di sekitar lokasi melakukan pengejaran terhadap ketiga pemuda itu. Dalam upaya melarikan diri, korban dan rekan-rekannya memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya mengalami kecelakaan di Jalan Letjen S. Parman.
Pihak kepolisian menerima laporan awal dari masyarakat terkait adanya kecelakaan lalu lintas di lokasi kejadian. Korban dalam kecelakaan tersebut diketahui berinisial R, V, dan S.
“Kami langsung melakukan evakuasi korban dan membawa mereka ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum, serta memeriksa sejumlah saksi,” kata Asian.
Meski demikian, kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti korban terjatuh dan mengalami luka-luka hingga akhirnya meninggal dunia. Proses penyelidikan masih berjalan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara menyeluruh.
“Dari keterangan saksi di lokasi kejadian serta rekaman CCTV yang kami periksa, belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau pengeroyokan terhadap korban,” tegas Kompol Asian.
Ia menambahkan, perkembangan kasus ini akan terus disampaikan kepada publik seiring dengan hasil penyelidikan lanjutan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.(***)