AMSI Riau Gelar Workshop Pemanfaatan AI untuk Produksi Konten Multimedia

Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:39:56 WIB

PEKANBARU, LIPO - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Riau menggelar workshop bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Produksi Konten Multimedia” di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis 27 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Bendahara Pengurus AMSI Nasional Gaib Maruto Sigit, Ketua Komisariat Daerah (KOMDA) Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau Muller Tampubolon, perwakilan humas perusahaan dan pemerintah, serta awak media.

Kegiatan ditandai dengan penyerahan plakat dari Bendahara AMSI Nasional Gaib Maruto Sigit kepada Ketua KOMDA APHI Riau Muller Tampubolon.

Dalam sambutannya, Muller mengatakan teknologi AI dapat menjadi salah satu instrumen yang sangat membantu para konten kreator maupun praktisi komunikasi. AI dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses produksi berbagai jenis konten multimedia.

“Namun, kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran dan kreativitas. Saya berharap workshop ini tidak sekadar mengajarkan penggunaan berbagai aplikasi AI, tetapi lebih dari itu, dapat membangun ekosistem antara media, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi AI untuk menghasilkan informasi yang berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada AMSI Riau yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, workshop ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku komunikasi dan media agar menjadikan AI bukan sebagai pengganti manusia, melainkan sebagai alat untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas.

Sementara itu, Bendahara Pengurus AMSI Nasional Gaib Maruto Sigit mengatakan dunia jurnalistik tidak dapat berdiri sendiri karena selalu mengikuti perkembangan teknologi. Bahkan, menurutnya, perkembangan teknologi saat ini telah melampaui apa yang sebelumnya dibayangkan.

“Media harus terus bertransformasi. Masalahnya, tidak semua media memiliki kemampuan yang sama. AI memang membuat pekerjaan kita berubah, tetapi bukan berarti menjadi kesulitan. Justru, AI dapat memberikan bantuan agar jurnalis bisa bekerja lebih baik,” katanya.

Gaib menegaskan bahwa penggunaan AI dalam jurnalistik merupakan sebuah pilihan sekaligus perkembangan yang harus diterima. Dunia usaha, kata dia, sudah banyak memanfaatkan teknologi tersebut sehingga media yang tidak mengikuti perkembangan AI berpotensi tertinggal.

“Jurnalis yang menggunakan AI akan kalah dengan jurnalis yang tahan terhadap AI. Ini adalah pilihan dan sebuah model yang harus kita terima. Dunia usaha sudah menggunakan AI. Kalau sekarang media tidak menggunakannya, kita akan tertinggal. Jangan sampai AI yang mengatur kita, tetapi kitalah yang harus mengatur AI,” tegasnya.

Ia menjelaskan, AI memiliki berbagai kelebihan dalam mengolah data dan informasi, tetapi tidak dapat menggantikan proses jurnalistik dalam menemukan dan memastikan fakta di lapangan.

“AI tidak bisa mencari fakta di lapangan. Faktanya berasal dari kerja jurnalistik kita di lapangan. Kalau fakta yang diberitakan media mainstream salah, misalnya mengenai situasi di Pekanbaru, maka AI juga berpotensi menghasilkan informasi yang salah,” jelasnya.

Karena itu, keberadaan media mainstream sebagai sumber fakta lapangan tetap sangat penting. Menurut Gaib, tidak semua AI mampu membaca dan memastikan kebenaran sebuah informasi.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara dunia usaha dan media dalam menghadapi perkembangan teknologi. Sebab, kedepan, informasi palsu atau hoaks berpotensi semakin sulit dibedakan ketika masyarakat menggunakan AI untuk mencari informasi mengenai suatu peristiwa.

“Ini yang berbahaya. Ketika orang mencari informasi tentang suatu peristiwa melalui AI, berbagai informasi bisa terbaca dan tercampur. Karena itu, media harus tetap menjaga kualitas fakta dan kebenaran informasi,” ujarnya.

Gaib pun mengapresiasi dukungan APHI Riau terhadap pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara media dan dunia usaha penting untuk menghadapi perkembangan teknologi sekaligus menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.*****

 

Terkini