Kabut Asap Membahayakan, Politisi Nasdem Minta Sekolah Sediakan Masker untuk Siswa SMA/SMK

Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:13:00 WIB
Daniel Eka Perdana/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Anggota Komisi V DPRD Riau bidang pendidikan, Daniel Eka Perdana, meminta pemerintah dan pihak sekolah untuk menyediakan masker bagi pelajar SMA dan SMK yang masih belajar secara tatap muka karena kondisi asap yang sudah. Menurutnya, keselamatan anak-anak harus jadi prioritas utama, apalagi saat kualitas udara sedang tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kalau memang sekolah masih buka dan siswa datang ke kelas, maka sekolah wajib memastikan tempat belajar itu aman. Salah satunya dengan kasih masker gratis untuk anak-anak,” ujar Daniel, Jumat 28 Agustus 2026.

Daniel juga mengatakan, kebijakan soal perlindungan siswa sebaiknya disesuaikan dengan kondisi udara di setiap daerah. Karena beberapa kabupaten/kota di Riau, seperti Pekanbaru dan Pelalawan, sudah meliburkan siswa SD dan SMP dan mengganti pembelajaran dengan sistem daring.

Namun bagi siswa SMA dan SMK, kebijakan serupa belum diterapkan secara merata. Padahal, kualitas udara di sejumlah tempat sudah masuk kategori berbahaya karena asap yang makin pekat.

Jika pembelajaran tatap muka tetap jalan, Daniel menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus benar-benar sehat dan layak untuk anak-anak belajar.

Ia juga mengingatkan, jangan sampai kegiatan di sekolah malah membuat siswa sakit. Paparan asap karhutla bisa mengganggu pernapasan, apalagi untuk anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Politisi dari Partai NasDem ini juga mendorong pemerintah tidak menunggu keadaan tambah parah. Jika kondisi udara sangat buruk, siswa SMA dan SMK juga sebaiknya diliburkan sementara dan belajar dari rumah.

“Kalau udara sudah berbahaya, lebih baik liburkan dulu sampai kondisi membaik. Kesehatan anak-anak itu yang utama,” tegasnya.

Daniel berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk melindungi pelajar dari dampak kabut asap. Karena, keselamatan siswa harus jadi pertimbangan nomor satu dalam mengambil keputusan tentang sekolah tatap muka selama kebakaran hutan dan lahan masih terjadi.*****

 

Terkini