Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Buruk, Pemko Bagi Masker di Pasar

Senin, 07 September 2026 | 16:35:31 WIB
Pemko Pekanbaru Bagi-bagi Masker

PEKANBARU, LIPO - Kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk akibat kabut asap kiriman. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru langsung mengambil langkah antisipasi dengan membagikan masker gratis kepada warga, terutama di pusat keramaian seperti pasar.

Aksi pembagian masker dilakukan di Pasar Cik Puan, Senin (7/9/2026) pagi, setelah Pemko menggelar rapat darurat yang dipimpin langsung Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan kebijakan ini diambil berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan data dari BMKG yang menunjukkan kondisi sudah masuk kategori sangat tidak sehat.

"Hasil pemantauan, posisinya sangat tidak sehat. Karena itu, kami juga membagikan masker di pasar-pasar tadi pagi," ujar Zulhelmi.

Zulhelmi yang akrab disapa Ami menegaskan, Pemko tidak akan membatasi aktivitas ekonomi masyarakat. Pembagian masker menjadi solusi tengah agar roda perekonomian tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan.

"Kalau untuk sektor perekonomian memang tidak mungkin kami batasi. Makanya, kami memberikan masker kepada masyarakat sesuai arahan walikota agar tidak banyak yang sakit," ucapnya.

Keluhan warga mulai bermunculan. Selain sesak dan gangguan pernapasan, banyak yang mengeluh mata perih saat beraktivitas di luar ruangan.

Menariknya, Pemko memastikan tidak ada titik api maupun aktivitas pembakaran lahan di wilayah Pekanbaru. Kabut asap yang menyelimuti kota diduga kuat merupakan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi lain di Sumatra.

"Tidak ada titik api di Pekanbaru dan tidak ada pembakaran. Namun, asap terbawa angin dari arah selatan ke utara. Kebakaran yang terjadi di provinsi-provinsi di bagian selatan Sumatra menyebabkan asap sampai ke Pekanbaru," jelasnya.

Dengan tingginya konsentrasi partikel berbahaya PM2,5, Pemko mengeluarkan imbauan khusus bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit pernapasan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Dalam dua hari ini, kebijakan pemerintah juga didiskusikan dengan ahli paru. Untuk usia-usia rentan, kami menghimbau agar mengurangi aktivitas di luar rumah karena PM2,5 cukup tinggi dan berbahaya," ungkapnya.

Selain langkah medis, Pemko Pekanbaru juga melakukan ikhtiar spiritual dengan menggelar Salat Istisqa bersama untuk memohon agar hujan segera turun dan kualitas udara kembali membaik.

"Kami berharap kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar menurunkan hujan. Kami berdoa semoga situasi udara di Pekanbaru segera membaik," pungkasnya.*****

 

 

Terkini