Ratusan Personil Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Rinjani, Medan Terjal dan Angin Kencang Jadi Kendala

Rabu, 30 September 2026 | 11:03:02 WIB
Tim Gabungan Melakukan Pemadaman Api di Kawasan Rinjani/F: Dok. TNGR

MATARAM, LIPO - Kebakaran besar terus melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Hingga Selasa (29/9/2026), luas area yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 1.098,75 hektar. 

Kebakaran terjadi di kawasan Bukit Setampol, Puncak Sangkareang di Jalur Senaru dan sekitarnya, Resor Torean dan Senaru. 

Pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menyebut, jenis kebakarannya adalah kebakaran permukaan dengan bahan bakar hutan cemara gunung, semak belukar, savana, dan dedaunan kering.

“Luas 1.098 hektar yang terbakar itu masih estimasi sementara,” jelas Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, melalui keterangan tertulisnya, pada Rabu (30/09/26). 

Untuk penanganan, tim gabungan sebanyak 103 personel diterjunkan. Terdiri dari Polhut, Manggala Agni, KPH Rinjani Barat, Masyarakat Peduli Api (MPA), Polri/Brimob, TNI, dan porter.

Tim gabungan di Sektor Senaru yang terdiri dari Manggala Agni dan MPA mencoba mencapai titik api. Namun akses terhalang sungai dalam dan medan terjal.

Demi keselamatan, tim tidak memaksakan menyeberang dan melakukan pemantauan dari jarak 350 meter menggunakan drone. Hasilnya, api yang tersisa hanya berupa pohon yang masih berdiri dan sudah terisolasi karena area sekitarnya sudah terbakar habis.

"Tim tetap siaga untuk memastikan api tidak merambat kembali," jelas Astetika. 

Selain pemadaman, tim asesmen juga diterjunkan ke Jalur Torean untuk mengecek tingkat kerusakan jalur pasca kebakaran. Termasuk kondisi lintasan, vegetasi, dan potensi bahaya pohon tumbang.

Imbas kebakaran ini, BTNGR resmi menutup sementara Jalur Pendakian Senaru mulai 26 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sebelumnya Jalur Torean juga sudah ditutup.

“Jadi untuk sementara, pendakian Rinjani hanya bisa lewat Jalur Sembalun,” jelasnya. 

Bagi calon pendaki yang sudah punya e-ticket Senaru per 26 September, bisa reschedule atau pindah pintu masuk lewat Sembalun. Begitu juga pendaki yang masih di atas dan rencananya turun lewat Senaru atau Torean, wajib dialihkan lewat Sembalun.

“Kendala di lapangan memang berat. Angin kencang membuat api cepat meluas, vegetasi sangat kering, dan lokasi kebakaran berada di pegunungan yang jauh dan sulit dijangkau,” tukasnya. 

BTNGR mengimbau masyarakat dan pendaki untuk patuh pada penutupan jalur, tidak mendekati lokasi kebakaran, dan tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu api baru.*****

Terkini