PEKANBARU, LIPO - Anggota DPRD Riau dari Fraksi PKS, Amal Fathullah, menilai kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak bisa diterapkan secara seragam di semua daerah. Menurutnya, kualitas udara di setiap wilayah berbeda-beda sehingga kebijakan PJJ harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
"Di berbagai daerah itu tidak sama, tidak sama kualitas udaranya," kata Amal Fathullah, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Ia mencontohkan Kota Pekanbaru. Berdasarkan informasi yang ada, kualitas udara di Pekanbaru dinilai kurang baik. Bahkan, indikatornya menunjukkan kondisi yang sangat tidak sehat. Karena itu, Pemkot Pekanbaru mengeluarkan kebijakan PJJ.
"Kalau kita lihat indikatornya itu sangat tidak sehat, makanya dikeluarkanlah dari Pemkot dekat PJJ," ujarnya.
Berbeda dengan Pekanbaru, lanjut Amal, Kabupaten Kampar memiliki wilayah yang jauh lebih luas. Karena itu, pemerintah daerah setempat perlu memilah-milah wilayah mana yang kualitas udaranya buruk sehingga tetap perlu menerapkan PJJ.
"Kampar barangkali dia harus milah-milah nih, mana daerah yang kualitas udaranya tidak baik tetap harus PJJ. Kalau kualitas daerah di wilayah itu masih relatif aman, ya tidak perlu melakukan PJJ," jelasnya.
Menurut Amal, luasnya kawasan Kampar menjadi alasan mengapa hingga saat ini pemerintah setempat masih memilah-milah penerapan kebijakan PJJ.
"Saya rasa itu kenapa sampai hari ini Kampar masih memilah-milah, karena kawasan Kampar lebih luas berbanding kawasan (lain)," tutupnya.*****