Dilema Penanganan ODGJ di Pekanbaru: Diobati, Dikembalikan, Ditelantarkan Lagi

Dilema Penanganan ODGJ di Pekanbaru: Diobati, Dikembalikan, Ditelantarkan Lagi
Satgas Dinas Sosial menjaring ODGJ di salah satu ruas jalan Pekanbaru

PEKANBARU, LIPO - Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) telantar di Pekanbaru masih menghadapi persoalan pelik. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru mencatat menjangkau 10 hingga 15 ODGJ setiap bulan, namun banyak yang kembali telantar karena ditolak keluarga.

Kepala Dinsos Pekanbaru, Junaedy mengatakan tidak sedikit ODGJ yang ditemukan di jalanan karena tidak mendapat pendampingan. Bahkan ada yang diduga sengaja dilepas oleh keluarganya sendiri.

"Kami berupaya menelusuri identitas dan keberadaan keluarga ODGJ yang dijangkau. Supaya bisa kami kembalikan kepada pihak keluarga," kata Junaedy, Sabtu (17/10/2026).

Namun upaya tersebut sering kali tidak berjalan mulus. Setelah diantar pulang, ODGJ kembali ditemukan di jalanan.

"Kadang sengaja dilepas di jalan-jalan. Kami telusuri dan kami kembalikan ke keluarganya. Kadang oleh keluarganya dilepas lagi. Di situlah kami bersama pihak kepolisian untuk menangani," terangnya.

Junaedy menyebut ODGJ yang dijangkau memiliki latar belakang beragam, mulai dari tidak memiliki keluarga hingga penolakan keluarga untuk merawat.

Bagi yang membutuhkan penanganan medis, Dinsos memfasilitasi perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan. Masalahnya, persoalan tidak selesai setelah pengobatan.

Sebagian keluarga enggan menerima kembali anggota keluarganya usai dirawat. Padahal pasien ODGJ membutuhkan pengobatan lanjutan yang harus rutin setiap hari.

"ODGJ ini butuh obat yang harus diminum setiap hari. Setelah obat itu habis, keluarganya tidak mau mengurus pengambilan obat ke puskesmas terdekat. Ini yang susah dalam kasus ODGJ ini," ungkapnya.

Tanpa dukungan keluarga, ODGJ berisiko kambuh dan kembali telantar di ruang publik.

Untuk itu, Dinsos berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Kesehatan dalam penanganan di lapangan, mulai dari penjangkauan, penelusuran keluarga, hingga memastikan layanan kesehatan.

Junaedy berharap keluarga lebih aktif mendampingi, tidak hanya saat di rumah sakit tapi juga setelah kembali ke rumah.

"Penanganan ODGJ tidak cukup hanya dengan menjangkau mereka dari jalanan. Dukungan keluarga serta kesinambungan layanan kesehatan menjadi bagian penting agar mereka tidak kembali terlantar," pungkasnya.*****

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#ODGJ

Index

Berita Lainnya

Index