PEKANBARU, LIPO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung usai mendapat perhatian dari kondang Ustadz Abdul Somad (UAS).
Melalui akun media sosial Facebook dan Instagram, UAS mengunggah foto kebakaran hutan disertai doa untuk orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya karhutla.
Dalam unggahannya, UAS berdoa agar Allah memberikan azab kepada pihak-pihak yang membakar hutan, memberi izin pembakaran, membiarkan hutan terbakar meski memiliki kewenangan, mengkorupsi dana bantuan kebakaran hutan, serta mengambil keuntungan dari bencana tersebut.
Berikut doa yang ditulis UAS:
"Ya Tuhan kami,
- Orang-orang yang membakar hutan.
- Orang-orang yang memberi izin membakar hutan.
- Orang-orang yang diam terhadap hutan dibakar padahal mereka punya kuasa.
- Orang-orang yang mengkorupsi dana bantuan untuk kebakaran hutan.
- Orang-orang yang mengambil keuntungan dari kebakaran hutan.
Maka azablah mereka di dunia, matikan mereka su'ul khatimah, azab mereka di kubur, dan azab mereka di neraka Jahannam.
Amin."
Unggahan tersebut mendapat banyak tanggapan dari warganet. Berdasarkan informasi yang disampaikan, postingan itu mendapat sekitar 71 ribu tanda suka dan 10 ribu komentar.
Sebagian besar warganet mendukung doa UAS dan berharap para pelaku mendapat balasan yang setimpal. Namun, ada pula yang mengingatkan pentingnya mendoakan agar mereka bertobat.
Salah satu warganet, @itikgerhana, menyampaikan doa agar Allah memberikan keadilan kepada orang-orang yang sengaja membakar lahan, menyuruh pembakaran, memberikan izin, maupun mengambil keuntungan dari kerusakan hutan.
Ia juga berharap Allah melindungi hutan, satwa, manusia, dan seluruh makhluk yang terdampak karhutla. Selain itu, ia meminta agar kerusakan yang terjadi dapat dipulihkan dan para pemimpin yang berbuat zalim mendapat balasan yang adil.
Sementara itu, Mugiarso mengajak masyarakat untuk tetap berharap pada ampunan Allah.
"Ampuni mereka dan buka hatinya. Tidak ada kata terlambat untuk bertobat. Kami tak boleh putus asa atas ampunan-Mu," tulisnya.
Komentar lainnya datang dari Maryati Segerow. Ia mengingatkan bahwa setiap perbuatan akan mendapat balasan dari Allah. Menurutnya, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dan tidak pernah lengah terhadap perbuatan manusia.
Aden Pajak Minang juga menyampaikan pandangannya. Ia menilai musibah dapat menjadi pengingat bagi manusia agar menyadari kesalahan dan kembali memperbaiki diri.
Disisi lain, Frty Ynnamorata berharap Allah segera menurunkan rahmat-Nya agar kebakaran hutan dapat segera berakhir dan api tidak semakin meluas.
Sementara itu, Doly Batubara mempertanyakan doa yang disampaikan UAS. Ia berpendapat bahwa orang-orang yang melakukan kesalahan sebaiknya juga didoakan agar bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
Menurutnya, manusia diajarkan untuk mengampuni orang lain agar mendapat ampunan dari Allah.*****